Selain Tax Amnesty, Nasi Goreng Pun Bikin Panas Indonesia-Singapura

Netizen Indonesia.com – Mantan bek Menchester United (MU) Rio Ferdinand dalam beberapa hari terakhir sempat membuat heboh netizen Indonesia, Singapura dan Malaysia. Kehebohan tersebut dipicu akibat tingkah mantan bek MU tersebut yang mengunggah foto “Nasi Goreng” di akun media sosial Twitter miliknya. Dalam postingan tersebut, ia menulis bahwa nasi goreng adalah makanan lokal Singapura. “Robe game is nice!! Nasi goreng lunch.. Keeping it local in #Singapore.” tulis Rio dalam akun Twitternya @rioferdy5.

1

Sontak netizen Indonesia yang melihat postingan tersebut terlihat tidak terima, karena “nasi goreng” diklaim sebagai makanan Singapura. Sebagaimana yang ditulis oleh salah satu akun netizen Indonesia yang bernama Rizky Agustian (@iiiqy). “Actually, that’s Indonesia local food.”

2

Tak sampai disitu, netizen asal Malaysia ikut membalas pernyataan Rizky tersebut. Dia seolah tidak terima jika “Nasi Goreng” diklaim sebagai makanan lokal Indonesia. Dia menimpali dan menyatakan bahwa orang Indonesia memang jago klaim, bahkan rendangpun diklaim, semuanya diklaim. “Org Indon memang kuat claim, rendang pun dorang claim, najib tanak pulak dorang claim kbai.” Kata salah seorang netizen Malaysia yang bernama Siti Nurhalia @SitiNurGinger.

3

Perseteruan panjang dan melebarpun terus terjadi di akun Twitter Rio Ferdinand. Namun, ada pernyataan skak mat yang membuat netizen Indonesia tak berkutik dan tak berdaya. Tweet skak mat tersebut ditulis oleh akun Twitter yang bernama @Rogue_TradeV. Bukannya menimpali masalah “nasi goreng”, tapi Rogue malah mengungkit persoalan lain, yakni masalah kebakaran hutan yang kerapkali terjadi di Riau dan menimbulkan kepulan kabut asap hingga mengganggu negara-negara tetangga termasuk Malaysia dan Singapura. “Any Indonesians want to claim the haze” “adakah orang Indonesia yang berani mengklaim kabut asap ini?.” Tulis Rogue, sambil memposting foto gedung mentereng Malaysia yang tertutup kemegahannya akibat kepulan kabut asap.

4

Pernyataan Rogue tersebut membuat netizen Indonesia lainnya bungkam, dan terlihat tak ada satupun yang berani membalasnya. Hal tersebut terjadi, karena faktanya, kebakaran hutan yang seringkali terjadi di Indonesia, memang menggagu negara-negara tetangga. Dan faktanya lagi, orang Indonesia tidak mau mengakui bahwa kebakaran hutan tersebut memang merupakan kesalahan orang Indonesia sendiri.

Mengenai kasus pembakaran hutan, data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa, di tahun 2015 saja, kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia sudah setara dengan 32 kali luas wilayah Provinsi DKI Jakarta, yakni seluas 2.089.911 Hektare. Kasus pembakaran hutan ini memang seringkali terjadi di Indonesia. Maka sangatlah wajar dan harus logowo, jika negara tetangga selalu menyalahkan Indonesia, ketika negara mereka terganggu akibat kepulan kabut asap, karena kabut asap tersebut memang kiriman dari Indonesia.

Kejadian Ini harus menjadi perhatian lebih dari pemerintah Indonesia. Demi menjaga marwah dan nama baik bangsa, agar tidak melulu disebut dan disindir sebagai negara penyebar kabut asap. Pemerintah harus benar-benar menegakkan hukum dengan seadil-adilnya. Basmi dan hukum oknum pelaku pembakaran hutan di Pekanbaru, Riau dan pembakaran hutan lainnya di berbagai daerah di Indonesia. Jika pemerintah masih membiarkan pembakaran hutan ini terjadi, maka jangan salahkan jika warga negara tetangga akan selalu menyebut Indonesia sebagai negara penebar polusi.

Related posts

Leave a Reply