Kamu iya kamu, Mau KJP Aja Apa KJP Plus? #SeriusNanya

NetizenIndonesia.com, Jakarta – Calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan menerapkan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus. Program ini untuk memperbaiki program yang sebelumnya sudah berjalan.

Berbeda dengan KJP yang ditawarkan oleh Ahok, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies baswedan dan Sandiaga Uno bertujuan untuk memperbaharui dan memperluas manfaat KJP dalam bentuk KJP Plus untuk semua anak usia sekolah (6-21 tahun). Juga dapat digunakan untuk Kelompok Belajar Paket A, B dan C, pendidikan madrasah, pondok pesantren dan kursus keterampilan serta dilengkapi dengan bantuan tunai untuk keluarga tidak mampu.

Seperti yang diketahui, KJP saat ini hanya dapat dinikmati oleh anak-anak yang sudah bersekolah, hal tersebut dikarenakan sifat bantuan non tunai yang diterapkan oleh KJP. Sedangkan untuk anak yang tidak sekolah, belum bisa menerima manfaat dari KJP.

Berdasarkan Angka Partisipasi Murni tingkat SMA sederajat di DKI Jakarta adalah 65 persen (Neraca Pendidikan Daerah). Artinya ada sekitar 35 persen anak-anak usia SMA di DKI Jakarta yang tidak bersekolah, dan seharusnya bisa berada di bangku sekolah.

KJP dinilai belum bisa dimanfaatkan secara maksimal sebagai alat transaksi non tunai. Fitur yang tersedia hanya gratis naik TransJakarta di jam-jam tertentu. Terlebih Pemprov DKI Jakarta menolak penggunaan KIP di DKI Jakarta. Artinya anak-anak Jakarta yang tidak sekolah atau putus sekolah atau tidak pernah sekolah, terlewat dari skema bantuan pembiyaan pendidikan.

Pasangan calon gubernur nomor urut tiga itu memiliki terobosan yang dinilai mampu memperbaiki program KJP sebelumnya, yakni KJP Plus akan diintergrasikan dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) sesuai dengan Inpres nomor 7 tahun 2014.

Selain itu, meningkatkan jumlah besaran manfaat KJP bagi anak yang berasal dari keluarga yang tidak mampu, KJP Plus juga akan diberikan kepada semua siswa mampu ataupun tidak mampu. Bagi peserta didik dengan disable dan yatim akan mendapatkan manfaat yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.

KJP Plus dapat memperluas penggunaannya untuk diskon belanja pendidikan dan wahana pendidikan, seperti gratis masuk museum di Jakarta, dan beasiswa prestasi.

Manfaat lebih dari KJP Plus adalah dengan adanya pelaporan belanja otomatis yang dapat dipantau oleh pemerintah dan penerima manfaat, sehingga sekolah tidak perlu melakukan pelaporan. KJP Plus dapat ditarik tunai untuk menangulangi biaya pendidikan lainnya.

Selain perbedaan pada bentuk bantuan yang diberikan, KJP dan KJP Plus juga berbeda dari sisi jumlah nominal yang diberikan kepada penerima bantuan.

Berdasarkan data yang dikelola, jumlah nominal uang yang akan diterima oleh siswa pemegang KJP Plus. Siswa dengan tingkat SD/MI/SDLB senilai Rp 3 juta dengan tambahan SPP Sekolah Swasta per tahun Rp 1.560.000.

Untuk Siswa setingkat SMP/MTs/SMPLB menerima senilai Rp 3,6 juta dengan tambahan SPP Sekolah Swasta per tahun Rp 2.040.000.

Dan Siswa SMA/MA/SMALB menerima Rp5.040.000 dengan tambahan SPP Sekolah swasta per tahun Rp 3.480.000. Sementara tingkat SMK Rp5,4 juta dengan tambahan SPP Rp 2.880.000. Pusat kegiatan belajar mengajar mendapat uang senilai Rp3,6 juta.

Program KJP Plus dirasa dapat membantu dan mensejaterakan anak-anak yang sudah bersekolah maupun yang belum bersekolah agar semua bisa merasakan manfaatnya, yaitu demi mencapai keadilan sosial bagi masyarakat Jakarta.

Related posts

Leave a Reply