Terungkap KJP Dihapus Ternyata benar, Diganti KJP Plus yang Lebih Keren

NetizenIndonesia.com, Jakarta – Pemilihan Gubernur DKI Jakarta semakin dekat. Pemilihan tersebut jatuh 19 April mendatang. Suasana pun yang dikalangan masyarakat semakin karut marut. Salah satunya mengenai kebijakan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang diselenggarakan Pemprov DKI bertujuan membantu pelajar dari keluarga “elit” alias ekonomi sulit akan dihapuskan. Banyak anggapan hal tersebut muncul untuk menuai pro dan kontra. Hoax pun muncul di permukaan publik, terutama di wadah media sosial yang begitu dekat dengan masyarakat.

Jelas, hal itupun menuai kontroversi diberbagai kalangan masyarakat, karena secara tidak langsung mereka yang sudah memiliki KJP jelas memiliki banyak harapan lebih, dengan adanya Kartu Jakarta Pintar (KJP) dapat meringankan biaya pendidikan. Di usianya yang sudah berjalan lima tahun lebih lamanya, nampaknya KJP masih saja menuai berbagai kendala. Awalnya dengan kemunculan Kartu Jakarta Pintar (KJP) ditujukan agar tak ada alasan timbul dari keluarga miskin untuk tak bisa menikmati bangku pendidikan, sebab dari SD hingga tingkat SMA biaya sekolah keluarga miskin akan ditanggulangi oleh Pemprov DKI. Triliunan dana pun jelas dikeluarkan Pemprov untuk mencerdaskan warganya.

Setelah Jokowi menjadi presiden RI, Ahok yang menjabat gubernur DKI Jakarta mengambil sikap. Ahok membuat kebijakan Kartu Jakarta Pintar (KJP) tidak bisa ditarik tunai sehingga Pemprov DKI Jakarta dapat mengawasi penggunaannya.

Selain itu, banyak syarat serta batasan khusus yang diberikan hingga pada akhirnya program tidak bisa berjalan dengan mulus, lantaran belum disebar secara merata dan tidak tepat sasaran. Juga pada proses pembuatan serta adanya verifikasi data yang terkesan rumit, membuat para pemohon dan penerima KJP kebingungan. Peserta didik diberi batasan batasan hanya bisa membeli peralatan sekolah di toko yang menyediakan electronic data capture atau EDC.

Dan sampai saat ini pun masih banyak warga DKI yang tidak mampu ternyata belum tersentuh bantuan, padahal jelas-jelas mereka sangat membutuhkan untuk membeli berbagai keperluan sekolah.

Hingga akhirnya di awal 2017, isu Kartu Jakarta Pintar (KJP ) kembali muncul dan hoax pun semakin mentereng. Katanya, kalau Anies Sandi terpilih akan dihapus? apakah benar? Yup hal tersebut benar karena KJP akan dihapus diganti KJP Plus yang lebih lengkap ga percaya ? nih faktanya

Dengan adanya KJP Plus nanti diharapkan dapat memeberikan tambahan ekstra bagi mereka yang berkebutuhan khusus karena anak anak berkebutuhan khusus biaya pendidikanya lebih tinggi. Tak hanya itu, KJP Plus juga bisa digunakan untuk kelompok belajar paket a, b, c, serta keterampilan khusus. KJP Plus dapat digunakan oleh siswa sekolah maupun anak putus sekolah.

Selain itu, siswa pemegang KJP Plus dapat menikmati beberapa fasilitas khusus. Fasilitas tersebut di antaranya diskon belanja pendidikan, misalnya untuk peralatan sekolah, gratis masuk museum dan wahana pendidikan lainnya, gratis naik trans Jakarta, fasilitas khusus untuk siswa difabel, serta pelaporan keuangan otomatis, membiayai kursus keahlian sampai mendapat fasilitas naik transJakarta secara gratis. Sehingga nantinya KJP Plus akan menjangkau seluruh anak-anak di Jakarta, termasuk mereka yang telah putus sekolah.

Besaran KJP Plus untuk siswa dari keluarga tidak mampu juga anak dinaikkan. manfaat lainnya dari KJP Plus, penerima akan mendapatkan diskon belanja pendidikan, gratis masuk museum yang dikelola Pemprov DKI Jakarta dan wahana pendidikan

Melalui program ini, anak-anak putus sekolah dapat mengejar paket untuk meraih ijazah maupun kursus keterampilan untuk menyerap lapangan kerja. Keunggulan lain dari KJP Plus ini adalah sistem student rate untuk membeli kebutuhan siswa di Jakarta.

Karena itulah, calon gubernur Anies Baswedan merencanakan program KJP Plus yang merupakan gabungan dengan KIP milik pemerintah pusat, ditambah beberapa keunggulan lain.

Sementara rencanaya, jumlah nominal uang yang bakal diterima siswa pemegang KJP Plus. Siswa dengan tingkat SD/mi/SDlb bakal menerima uang KJP Plus senilai Rp 3 juta dengan tambahan SPP sekolah swasta per tahun Rp 1.560.000

Siswa setingkat SMP/MTS/SMPlb bakal menerima Rp 3,6 juta dengan tambahan SPP sekolah swasta per tahun Rp 2.040.000.

Siswa SMA/MA/SMAlb bakal menerima Rp 5.040.000 dengan tambahan SPP sekolah swasta per tahun Rp 3.480.000. sementara tingkat SMK Rp 5,4 juta dengan tambahan SPP Rp 2.880.000. Sementara itu, pusat kegiatan belajar mengajar mendapat uang senilai Rp 3,6 juta.

Hingga saat ini, jumlah pemegang Kartu Jakarta Pintar tercatat sebanyak 692.002 dengan jumlah dana tertampung per februari 2017 tercatat sebesar Rp1,38 triliun.

Program KJP Plus adalah salah satu dari 23 program unggulan Anies-Sandi untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan di Jakarta. Program KJP Plus nantinya tidak hanya berbentuk barang seperti selama ini dilakukan. Namun juga berbentuk tunai karena hasil integrasi dengan kartu KIP. Sejalan dengan slogan pasangan tersebut untuk memajukan kotanya dan membahagiakan warganya.

Related posts

Leave a Reply