Difitnah Pakai Spanduk, Anies Tetap Lempeng Jaga Persatuan Indonesia

NetizenIndonesia.com, Jakarta – Ibarat pertandingan yang memasuki babak selanjutnya, gelaran Pilkada DKI Jakarta ini kian seru dan menegangkan. Berbagai jenis strategi diterapkan demi mendulang suara. Termasuk brosur dan spanduk mengatasnamakan syariat Islam berbondong-bondong dipasang di berbagai ruas titik jalan raya.

Adanya spanduk bertuliskan “Jakarta bersyariah” dengan gambar pasangan nomor 3 di Pilkada DKI Jakarta tersebut bersandingan dengan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Spanduk itu bertebaran dari arah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) hingga Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur, Jalan Raya Kebayoran Lama, jalur mikrolet M09, Kebayoran Lama-Tanah Abang, JPO Dewi Sartika, Jalan Raya Dewi Sartika dan di depan kampus UKI, serta di beberapa titik lainnya.

Selain tulisan, ada juga foto Habib Rizieq Shihab dan paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Beberapa ada yang sudah dicabut. Ancaman-ancaman yang berdasar dalil agama diketengahkan. Nyatanya benar, pilkada ini telah begitu jauh menyimpang dari sebuah pesta demokrasi menjadi kutukan bagi demokrasi.

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, mengimbau kepada relawan, simpatisan, dan pendukungnya untuk menanggapi kampanye hitam yang terus menerpa dirinya dan pasangannya, Sandiaga Uno, dengan tetap melakukan kampanye positif.

Hoax dan black campaign itu juga diminimalisir dengan sebuah tindakan yang berasas pancasila dan semboyan negara yakni berbhineka tunggal ika. Niat itu juga diwujudkan lewat ‘Salam Bersama’. Ada alasan tersendiri mengapa Anies dan pasangannya Sandiaga Uno mempertahankan salam bersama meski punya nomor urut 3.

Banyak mengandung arti didalam sebuah foto paslon nomor 3, misalnya saja Anis dan Sandi menggunakan tangan terbuka karena memang menyapa, menyambut dan menghormati dengan tangan terbuka, karena kepalan tak mengantarkan persahabatan tetapi malah mengantarkan kepalan-kepalan baru. Sedangkan untuk arti dari nomor 3 adalah sila ketiga persatuan Indonesia yang berbunyi persatuan indonesia, yang memiliki arti bahwa sejatinya sebagai penerus bangsa hendaknya kita sebagai warga negara indonesia harus menjaga kebhinekaan.

Maraknya kampanye hitam di media sosial menjelang pilgub memang tak bisa dihindari terlebih di jejaring sosial. Kampanye hitam tidak akan berakhir jika saling berbalas satu dengan yang lain. Selain berpotensi menimbulkan aksi lain, black campaign di jejaring sosial juga menimbulkan kebingungan bagi masyarakat dalam menghadapi pemungutan suara. akan sulit mengetahui karakter pilgub yang ingin dipilih.

Perlu disadari memang bahwa ibu pertiwi sedang diuji, setelah publik disibukan dengan permasalahan isu makar, tuduhan penistaan agama yang rawan akan dikaitkan dengan konflik sara, serta dilanjutkan dengan permasalahan agama di bandung ini yang sarat akan kepentingan, disinilah ajang kita bangsa indonesia menunjukan kepada dunia, bahwa kepentingan kelompok oportunis dan pragmatis dapat kita kalahkan dengan kedewasaan dalam menghadapi sebuah perbedaan, karena indonesia satu.

Related posts

Leave a Reply