Reklamasi Teluk Jakarta, Megaproyek Andalan yang Tak Pernah Dijadikan Andalan

NetizenIndonesia.com, Jakarta – Basuki Tjahaya Purnama dan Djarot Saiful Hidayat ketika ditanya tentang reklamasi teluk Jakarta, selalu menjabawab bahwa kebijakan reklamasi tersebut dibuat demi kepentingan warga DKI Jakarta. Walaupun masyarakat setempat menolak kebijakan tersebut karena alasan lingkungan, mata pencaharian, dan aspek hukum, kubu Ahok-Djarot tetap bersikukuh bahwa kebijakan mereka tersebut sudah tepat dan harus dilanjutkan. Untuk mendukung klaim mereka, Ahok-Djarot berulang kali merujuk nama mendiang Presiden Soeharto sebagai aktor yang pertama kali membuat kebijakan tersebut.

Masalahnya, jika klaim Ahok-Djarot bahwa reklamasi teluk Jakarta tersebut sebesar-besarnya demi kepentingan warga DKI Jakarta, kenapa mereka tidak pernah menjadikannya sebagai bahan kampanye pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta ini. Ahok-Djarot menyinggung persoalan reklamasi hanya ketika menjawab pertanyaan yang dilontarkan kepada mereka, dan jawabannya pun tidak berubah.

Logika sedehananya, orang yang sepenuhnya percaya dengan keyakinan dan keputusannya adalah ia akan terus memperjuangkan keputusan tersebut dan membuat orang memahami apa maksudnya.

Jika Ahok-Djarot memang percaya diri dengan apa yang telah mereka tetapkan semasa masih duduk di kursi gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta, seharunya mereka berani lebih lugas menjelaskan kepada masyarakat. Bahkan, seharusnya mereka berani mendatangi warga yang berulang kali memenangkan gugatan di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara.

Bukti bahwa kebijakan reklamasi yang dibuat oleh rezim Ahok-Djarot tidak pro terhadap rakyat kecil, mengabaikan dampak lingkungan, dan mematikan lahan pencaharian masyarakat adalah keputusan PTUN yang telah membatalkan tiga izin reklamai untuk Pulau I, K, dan F.

Jika rezim Ahok-Djarot sebagai pembuat kebijakan telah benar, maka pengadilan tidak akan memenangkan gugatan masyarakat terhadap kebijakan tersebut. Karena itu, wajar jika masyarakat menilai bahwa klaim reklamasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat hanya bersifat sepihak dan tidak menunjukkan apa yang sesungguhnya terjadi di tengah-tengah masyarakat terdampak program reklamasi tersebut.

Related posts

Leave a Reply