Ini Daftar Lengkap Janji Manis Ahok yang Tak Ditepati

NetizenIndonesia.com, Jakarta – Setelah beberapa hari kemarin saya menyajikan kamus saku lengkap mengenai kinerja buruk Ahok selama memimpin Jakarta, sekarang saya akan menyajikan sebuah kamus tipis, ndak usah tebal-tebal, tapi tajam setajam silet.

Kamus tipis ini, sengaja saya persembahkan untuk mereka, para pendukung Ahok yang tak mau mencari fakta dan malas googling karena telah terbius, terlena, hingga akhirnya lupa. Terbius karena melihat Ahok sebagai sosok minoritas, sehingga menurut mereka wajib dan harus dikasihani dan dilindungi. Terlena karena keasyikan membela hak-hak minoritas (Ahok), sehingga kebablasan. Dan terakhir, lupa bahwa sejatinya yang mereka bela telah meninggalkan setumpuk janji manis  5 tahun silam, yang hingga kini tak satu pun yang terealisasi.

Oke, langsung saja. Pertama, ketika wajah Ahok masih unyu-unyu, baru beberapa bulan memimpin Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2012, ia berkomentar terkait kesewenang-wenangan yang kerapkali dilakukan Satpol PP ketika menggusur, merelokasi, dan menertibkan pedagang-pedagang liar di beberapa wilayah di Jakarta. Tak tanggung-tanggung, dengan tegas Ahok menyatakan, bahwa Satpol PP harus menggunakan cara-cara persuasif. Menggunakan cara dialog lebih dulu dengan mayasrakat.

Subhanallah, silahkan baca betapa lembutnya nasehat Ahok kepada Satpol PP yang suka bawa pentungan. “Ngomong baik-baik kan bisa, orang pasti ngerti, karena orang punya hati nurani, punya mata, telinga, bisa diajak ngomong juga. Jadi hati-hati lah, jangan sampai gebuk-gubuk,” kata Ahok. Sungguh, begitu lembut tutur katanya.

Boleh saja anda kesemsem dengan nasehat bijak dan tutur kata lembut seorang Ahok di atas. Tapi tunggu sebentar. Mari sejenak lihat fatka yang terjadi. Apakah itu sudah terlaksana? Apakah sudah dilakukan oleh Satpol PP? Selama memimpin Jakarta, Ahok mencetak sejarah dengan penggusuran paling brutal. Sejenak luangkan waktu anda, menonton video kebrutalan dan kesewenang-wenangan para Satpol PP di Jakarta.

Kedua, 2013, Jakarta digemparkan dengan isu pembangunan Mass Rapid Transit (MRT). Untuk pembangunan jilid I, Pemprov DKI Jakarta memilih jalur dari Lebak Bulus ke Bundaran HI. Muncul polemik lagi. Dimana pada jalur tersebut terdapat stadion kebanggaan sekaligus tempat bersejarah bagi Macan Kemayoran atau Persija. Lagi-lagi statemen bijak dilontarkan Ahok. Ia berjanji tidak akan mengorbankan stadion Lebak Bulus hanya demi MRT. Sungguh, statement seorang pemimpin yang sangat pro rakyat. Mengedepankan kepentingan rakyat daripada kepentingan korporat.

Lagi-lagi saya menyunnahkan anda untuk bangga terhadap Ahok karena statemennya di atas. Sebelum sebentar lagi saya haramkan. Haram karena janji itu kini tak terbukti. Yang terbukti hanyalah, stadion kebanggan Persija Jakarta tersebut kini rata dengan tanah.

12

Ketiga, tentang nasib para Pedangan Kaki Lima (PKL) di Jakarta. Subhanallah, 2012 Ahok berjanji akan menyediakan kios gratis untuk para PKL yang ada di Jakarta. Menurutnya, untuk target pertama berjumlah 15.000 PKL. Bahkan, agar nasibnya tidak terlunta-lunta, para PKL tersebut akan ditempatkan di beberapa mall dan perkantoran di Jakarta. Sungguh, niat mulia dari seorang Ahok.

Jika anda belum lelah bangga terhadap Ahok karena niat mulianya, silahkan saja. Tapi yang jelas, janji Ahok yang akan menyediakan kios gratis untuk para PKL yang berjumlah 15.000 itu, hingga kini tak terlaksana. Padahal,  itu baru target pertama.

Faktanya, nasib para PKL Ibu Kota semakin terlunta-lunta. Maka sangatlah wajar, bila ada gerakan massif dari para PKL menolak Ahok kembali memimpin Jakarta. Seperti gerakan 500.000 PKL haramkan pilih Ahok, misalnya.

13

Keempat, Ahok akan membangun stadion untuk Persija berstandar Internasional dengan arsetektur model SORBAN.

Faktanya, kini, Persija menjadi tim terpuruk dan terlunta-lunta. Mereka hanya bisa nebeng ke stadion Pakansari, Bogor. Bukan Jakarta.

14

Kelima, ini janji terfenomenal Ahok. Ia akan menjadikan air Ciliwung menjadi air siap minum. Keren, bukan?

Teruntuk anda atau mereka, yang masih kekeuh berbangga diri membela Ahok. Saya menganjurkan untuk meminum air kali Ciliwung sekarang. Mungkin ada yang masih penasaran, apakah air Ciliwung kini berubah menjadi air Aqua, Ades, Club, Fit, atau malah menjadi air Tuba. Dipersilhakan!

15

Terakhir, sebenarnya masih banyak janji-jani manis Ahok masa lalu yang hingga kini tak terlaksana. Tapi lagi-lagi karena tulisan ini hanya berupa kamus tipis, maka saya cukupkan saja sampai disini. Semoga anda maupun mereka, para pendukung Ahok, dapat menerima dan lapang dada atas semua sajian fakta yang tercantum dalam kamus tipis ini.

 

Sekian,

Terima Kasih

 

Abdul Munir: Aktivis Gerakan Jakarta Baru (GJB)

Related posts

Leave a Reply