Anies-Sandi Gubernur Bhinneka Tunggal Ika

NetizenIndonesia.com, Jakarta – Dukungan kepada pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk menuju garis finish Pilkada DKI Jakarta tak kunjung surut. Dukungan terus mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari kelompok ormas, individu, tokoh masyarakat, maupun partai politik terus memberi dukungan terhadap pasangan nomor tiga tersebut.

Salah satunya datang dari Pengurus Pusat Kristen Katolik Indonesia Raya (PP KIRA). Hal ini membuktikan bahwa pasangan Anies-Sandi bisa menjadi pemimpin yang mengayomi semua kalangan umat beragama.

Dalam orasinya, Anies-Sandi selalu mengatakan bahwa Indonesia berpegang teguh pada Undang-undang Dasar 1945, dimana persatuan dan keberagaman menjadi tujuan utama dari berbangsa dan bernegara.

Selain itu, isu atau fitnah yang diarahkan kepada Anies-Sandi terkait Jakarta Syariah dinilai tidak tepat. Hal ini dibuktikan dengan dikantonginya dukungan dari Masyarakat Ikatan Batak Indonesia Raya (Ibara) yang telah mendeklarasikan dukungannya di Gelanggang Remaja, Jalan Ottto Iskandardinata Raya, Jakarta Timur.

Dalam deklarasi tersebut didapat lima poin harapan warga Batak yaitu jaminan kebebasan beragama, peluang proyek bagi kontraktor kecil-menengah, pelibatan warga Batak di Pemerintah Daerah, menjamin toleransi antarumat beragama, serta pemerintahan yang akuntabel dan tidak koruptif.

Setelah Forum Ibara, kini giliran Relawan Masyarakat Aceh Serantau untuk memberikan dukungannya kepada pasangan calon nomor tiga itu. Deklarasi tersebut dilatarbelakangi atas kesamaan keyakinan masyrakat Aceh, yaitu Anies dan Sandi dianggap memiliki sosok kepribadian yang baik, santun, mengayomi dan merangkul semua kalangan.

Seolah tak mau ketinggalan, masyarakat Jawa Barat yang tinggal di Jakarta alias Forum Gema Pasundan (FGP) pun turut memberikan dukungannya kepada pasangan Anies-Sandi. Dengan demikian, elektabilitas pasangan Anies-Sandi terus meroket.

Sosok Anies-Sandi dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat. Oleh karena itu, berbagai kunjungan silaturahmi yang dilakukan Anies-Sandi selalu berujung pada dukungan terhadap pasangan calon nomor urut tiga itu. Hal ini juga dipengaruhi oleh sikap Anies-Sandi yang terbuka kepada semua kalangan tanpa membeda-bedakan status sosial, agama, dan latar belakang orang tersebut.

Seperti kita tahu, Pilkada saat ini tengah melalui proses panjang. Masyarakat terlihat terkotak-kotak sebab isu SARA yang sedang memanas saat ini, hingga membungkam perbedaan dan mempermasalahkan latar belakang calon untuk menjadi pemimpin.

Dalam konteks ini, diperlukan sikap demokrasi yang dewasa agar nilai-nilai Pancasila tetap berjalan dalam pembangunan Indonesia yang lebih baik.

Related posts

Leave a Reply