Anies – Sandi Tetap Lanjutkan KJP dan KJS

NetizenIndonesia.com, Jakarta – Siap menjalankan amanah yang diberikan warga DKI Jakarta, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno, berjanji akan melanjutkan program pemerintahan DKI Jakarta yang memang telah bermanfaat untuk masyarakat.

Seperti diketahui, Kartu Jakarta Pintar (KJP) sebelum ini diberlakukan oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hanya menyasar anak-anak yang sudah ada di sekolah, sedangkan untuk anak yang tidak sekolah, belum bisa menerima manfaat KJP.

Berdasarkan data, Partisipasi Murni tingkat SMA sederajat di DKI Jakarta adalah 65% (Neraca Pendidikan Daerah). Artinya, ada sekitar 35% anak-anak usia SMA di DKI Jakarta seharusnya berada di bangku sekolah namun ternyata tidak bersekolah.

Program KJP di kepemimpinan Anies – Sandi akan menjadi KJP Plus. Sedikit berganti nama, KJP Plus akan mencakup lebih luas pemanfaatnya, yaitu untuk semua anak usia sekolah, 6 – 21 tahun, karena seluruh anak DKI Jakarta berhak mendapatkan pendidikan layak.

Keunggulan lain KJP Plus yaitu dapat digunakan untuk Kelompok Belajar Paket A, B dan C, pendidikan madrasah, pondok pesantren dan kursus keterampilan serta dilengkapi dengan bantuan tunai untuk keluarga tidak mampu.

Sebagai keseriusan Anies – Sandi mengenai KJP Plus, maka tim Anies – Sandi membagikan dummy KJP Plus kepada warga DKI Jakarta.

Pada dummy KJP Plus tertera tulisan KJP+ di bagian kiri atas, merupakan kepanjangan ‘Kartu Jakarta Pintar Plus’.

Sementara Logo Pemprov DKI terpampang di sisi kanan, kemudian juga gambar cip yang terpasang di kartu dengan nomor kartu serta nama penerima, serta di kartu contoh tersebut tertulis ‘ANIES SANDI’ dan ‘SMA SALAM BERSAMA’.

Selain KJP Plus, Anies – Sandi akan melaksanakan program Kartu Jakarta Sehat (KJS) Plus. Anies – Sandi mengatakan KJS Plus ini terinspirasi keluhan warga soal program kesehatan.

Sekadar diketahui, saat ini Pemprov DKI Jakarta menyediakan tunjangan bagi guru mengaji dengan mekanisme bantuan sosial yang jumlahnya bervariasi dan tidak pasti. Mekanisme tersebut mengharuskan yayasan mengajukan proposal terlebih dahulu.

Selain itu, belum ada tunjangan atau bantuan regular bagi tokoh agama lain, terutama jaminan kesehatan, sebagai bagian dari hak/kebutuhan dasar.

Oleh karenanya, dengan KJS Plus akan menjamin luas cakupan jaminan kesehatan kelas satu bagi para guru mengaji, pengajar sekolah minggu, penjaga rumah ibadah agama, khatib, penceramah, serta pemuka agama.

Related posts

Leave a Reply