Dampak Buruk Adegan Kekerasan Dalam Video Ahok

NetizenIndonesia.com, JAKARTA – Kekecewaan Netizen terhadap video kampanye Ahok-Djarot masih berlanjut walaupun video tersebut sudah di hapus. Bagaimana tidak, video tersebut menyudutkan umat Islam yang digambarkan sebagai warga anarkis yang melakukan kekerasan. Diawali adegan dua orang dalam mobil dengan ekspresi wajah ketakutan yang sedang terjebak di dalam situasi kerusuhan dan terlihat beberapa orang memukul-mukul kaca depan mobil Selanjutnya, beberapa orang Islam digambarkan dengan menggunakan sorban dan peci berlatarkan tulisan Ganyang Cina berteriak-teriak seolah sedang ber-unjuk rasa dan menyampaikan orasi. Dalam video tersebut Calon Wakil Gubernur, Djarot Syaiful Hidayat, menjadi narator tunggal dengan suara yang mengelegar.

Sontak netizen dibuat heboh oleh video yang diunggah pada 9 April 2017 , khususnya umat Islam. Video yang mayoritas berisi adegan kerusuhan dan kekerasan jelas sangat provokatif dan bisa berdampak buruk bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Ditambah lagi video tersebut menyudutkan umat Islam di Indonesia dengan citra yang negatif, suka kekerasan, dan seolah-olah umat Islam di Indonesia intoleran, tidak pro kepada Pancasila dan Kebhinnekaan.

Padahal kalau memang Cagub-Cawagub petahana menginginkan persatuan dan kesatuan harusnya yang ditampilkan adalah contoh persatuan dan kesatuan itu sendiri. Misalnya dengan adegan saling membantu diantara warga Jakarta ataupun dengan adegan salah satu etnis menolong etnis lainnya.

Menurut Anthony Leong, Ketua Perkumpulan Indo Digital Volunteer, video kampanye Ahok-Djarot merupakan pelecehan terhadap masyarakat yang dianggap selalu punya watak kekerasan, melecehkan akal sehat sebagai manusia biasa dan melecehkan sistem demokrasi Indonesia.

Kecaman Netizen tentu bukan tanpa alasan. Semua tahu efek kekerasan yang dipertontonkan secara terus menerus bisa mempengaruhi alam bawah sadar manusia, terutama anak-anak. Maka protes netizen ini sangat patut diapresiasi mengingat dampak buruk yang akan timbul jika video tersebut tetap beredar.

Menurut penelitian, ada korelasi antara video kekerasan dengan perilaku agresif pada anak. Berikut rinciannya:

  1. Perilaku kasar

Anak-anak yang menonton kekerasan akan berpengaruh pa acara anak mengatasi masalah. Anak tersebut akan cemas dan cenderung agresif misalnya menyerang sesuatu, membanting pintu, menendang, ataupun menyiksa hewan peliharaan. Bahkan, akibat menonton kekerasan sampai ada anak SD yang meniru adegan Smack Down sampai temannya meninggal.

  1. Tidak bisa memecahkan masalah

Adegan kekerasan akan membuat anak tidak belajar cara memecahkan masalah. Di alam bawah sadar anak-anak akan tercipta anggapan bahwa dengan menyerang atau menghabisi yang membuat masalah dengannya akan menyelesaikan masalah.

  1. Gejala gangguan emosional

Sebuah penelitian membuktikan video berbau kekerasan menyebabkan peningkatan gejala gangguan emosional pada anak.

  1. Masalah perhatian

Tontonan atau video berbau kekerasan dapat membuat anak menjadi hyperaktif. Bahkan dalam suatu penelitian anak bisa mengalami masalah perhatian seperti ADD (Attention Deficit Disorder) dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Related posts

Leave a Reply