Kecurangan DPT di Pilkada DKI Jakarta

NetizenIndonesia.com, Jakarta – Kecurigaan adanya ketidakberesan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta tidak lepas dari sorotan Institut Pembaharuan Hukum Indonesia (IPHI).

Seperti diketahui, KPU DKI Jakarta telah menetapkan 7.218.280 DPT untuk Pilkada putaran kedua namun sebanyak 15.954 DPT tidak valid. Sementara hasil kajian IPHI menyebutkan 3.329.947 DPT invalid.

IPHI menilai hal semacam itu dapat mencederai berlangsungnya Pilkada yang seharusnya berjalan jujur dan adil. Data invalid tidak dapat dianggap sepele Karena bisa menimbulkan potensi kecurangan Pilkada.

IPHI menyatakan ada beberapa ketidakberesan data, seperti antara NIK dan KK yang berbeda lokasi, ada NIK berbeda kotamadya dengan TPS, NIK tidak sesuai dengan jenis kelamin, NIK di luar Jakarta, serta duplikasi NIK.

IPHI meminta KPU DKI memvalidasi data-data yang ada agar tidak timbul kecurangan, serta memperketat administrasi pengguna hak suara di TPS sehingga menutup penyalahgunaan data valid dalam DPT.

IPHI juga mengimbau Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta melakukan pengawasan TPS, juga meminta DPR menyusun RUU Pemilu atas kewenangan KPU untuk pemutakhiran data secara berkala.

Sementara pengamat politik dari Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, terungkapnya DPT ganda merupakan bentuk kecurangan sistematis.

Menurut Pangi, bentuk kecurangan seperti DPT ganda, pemalsuan surat keterangan sementara (Suket), serta pemilih fiktif, bisa merusak demokrasi yang kredibel dan berkualitas. Pangi menilai KPU DKI Jakarta masih gagap menyeleggarakan Pilgub.

Tentu menjadi harapan seluruh warga DKI Jakarta mengikuti pesta demokrasi dengan penuh damai

Menurut Pangi, KPU DKI Jakarta seolah masib gagap dalam menggelar Pilgub DKI. Maka itu, semua pihak yang terlibat dalam gelaran Pilgub DKI Jakarta ini, khususnya KPU dan Bawaslu DKI harus saling berkoordinasi dalam mengatasi persoalan tersebut.

Related posts

One thought on “Kecurangan DPT di Pilkada DKI Jakarta

Leave a Reply