Waspada, Ada 170 Ribu Lebih Suket Tak Jelas di Pilgub DKI Putaran Kedua

NetizenIndonesia.com, Jakarta – Menjelang putaran ke-2 Pilkada DKI Jakarta, aroma kecurangan yang akan dilancarkan menjelang hari pencoblosan sudah mulai tercium. Celah yang berpotensi terjadinya kecurangan adalah terletak pada Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb). Ya, DPTb seakan dijadikan lahan basah oleh mereka-mereka yang ingin mencederai pesta demokrasi, termasuk di Pilkada DKI Jakarta.

Plt Gubernur DKI Sumarsono menyatakan, ada sekitar 59.911 warga Jakarta yang belum memiliki e-KTP. Sementara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mengatakan, ada 57 ribu.

Selanjutnya, Dukcapil DKI menerbitkan 230 ribu Surat Keterangan (Suket) yang akan digunakan oleh Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) pada pencoblosan putaran kedua.

Pertanyaannya, mengapa Dukcapil DKI Jakarta menerbitkan Suket lebih banyak dari jumlah warga Jakarta yang tidak memiliki e-KTP?

Jika mengacu kepada pernyataan Plt Gubernur Sumarsono tadi, bahwa warga Jakarta yang tidak memiliki e-KTP berjumlah 59.911, maka ada sekitar “170 ribu” lebih pengguna Suket yang tak jelas alasannya. Pada titik inilah, akan rawan terjadi kecurangan. Jika dibiarkan, banyak pemilih tak jelas akan berseliweran. Bukti bahwa penggunaan Suket sangat rawan terjadi kecurangan adalah, baru-baru ini Tim Anies-Sandi menemukan ratusan Suket yang diduga palsu.

Dengan ditemukannya Suket yang diduga palsu tersebut, maka Bawaslu DKI selaku pihak yang berwenang harus menverifikasi pengguna Suket, demi terciptanya Pilkada DKI Jakarta yang adil, jujur, professional, dan tanpa kecurangan.

Related posts

Leave a Reply