Hujan Es di Bogor Ga Ada Apa-apanya Sama Hujan Sembako di Jakarta

Jakarta – Beberapa hari ini masyarakat dihebohkan dengan aksi bagi-bagi sembako oleh sekelompok orang yang mengenakan kemeja kotak-kotak, mirip pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat.

Pembagian sembako kepada warga Jakarta ini semakin gencar dilakukan menjelang hari pemungutan suara.
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta mencatat tim pemenangan Ahok-Djarot paling banyak melakukan dugaan pelanggaran dalam bagi-bagi sembako kepada masyarakat. Baik itu putaran pertama maupun putaran kedua Pilgub DKI Jakarta 2017.

Ini dia 6 foto hujan sembako ala Ahok-Djarot.
1. Nah ini dia tumpukan sembako murah yang akan dibagikan ke beberapa titik di wilayah Jakarta

WhatsApp Image 2017-04-17 at 2.24.48 PM
2. Salah satu lokasi yang menjadi saksi bisu pembagian sembako

WhatsApp Image 2017-04-17 at 2.24.59 PM
3. Warga terlihat sibuk menunggu pembagian sembako

WhatsApp Image 2017-04-17 at 2.06.07 PM

 

4. Isinya macam-macam yaa, lumayan untuk kebutuhan sebulan. Tak ketinggalan citra buku berjudul ‘A Man Called Ahok’ dan stiker ‘kami memilih gubernur yang bener kerjanya’ pun ikut masuk ke dalam kantong sembako

WhatsApp Image 2017-04-17 at 2.04.54 PM
5. Penemuan sembako murah tersebut tersebar di 10 wilayah di Jakarta, khususnya yang menjadi basis kemenangan Anies-Sandi.

WhatsApp Image 2017-04-17 at 2.05.11 PM
6. Nah lohh, kok aparat kepolisian ikut terlibat, padahal Bawaslu bilang pembagian sembako merupakan salah satu kegiatan Politik Uang

WhatsApp Image 2017-04-17 at 2.05.21 PM

Dengan fakta-fakta ini, paslon Ahok-Djarot dinilai telah melanggar aturan pilkada berdasarkan pemeriksaan Bawaslu DKI Jakarta.

Dalam Pasal 187 A ayat 1 berbunyi yakni, “Setiap orang dengan sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada warga negara Indonesia baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk memengaruhi pemilih agar tidak menggunakan hak pilih, menggunakan hak pilih dengan cara tertentu sehingga suara menjadi tidak sah, memiliki calon tertentu atau tidak memilih calon tertentu dipidana dengan pidana penjara paling singkat 24 (dua puluh empat) bulan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah) atau paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah)

Related posts

Leave a Reply