Dapat Info Dana KJL Cair Melalui Bank DKI dari Mana, Bu? Murtini: dari PDIP

NetizenIndonesia, Jakarta – Putaran kedua Pilkada DKI Jakarta tinggal 2 hari lagi. Berbagai macam manuver dilancarkan oleh pasangan calon. Mulai dari manuver sembako teriak sembako, Pak Haji diusir dari masjid, hingga warga Lanjut Usia (Lansia) pun ikut dimainkan menjadi isu seksi.

Beberapa hari kemarin, publik dihebohkan dengan kabar akan adanya dana bansos untuk para warga lansia DKI Jakarta berupa Kartu Jakarta Lansia (KJL). Kabarnya, dana tersebut akan didistribusikan melalui rekening Bank DKI Jakarta.

Akibat dari kabar menggembirakan tersebut, para lansia berdondong-dondong datang ke kantor bank DKI di beberapa daerah di Jakarta. Bahkan mereka rela melakukan antri hingga berjam-jam hanya untuk membuka rekening tabungan bank DKI. Entah darimana munculnya kabar tersebut, sampai detik ini, informasi terkait hal itu masih simpang siur.

Namun, ada hal yang begitu parah, fatal, dan sangat tidak manusiawi dengan pembuatan isu yang entah benar atau tidaknya itu.

Ketika menonton beberapa rekaman video yang beredar, pihak Bank DKI kerap beralibi bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi terkait cairnya dana KJL melalui rekening Bank DKI. Namun yang patut dipertanyakan adalah. Mengapa Pihak bank DKI membiarkan para lansia rela mengantri berjam-jam, jika memang belum ada informasi terkait cairnya dana KJL? Mengapa membiarkan mereka membuka rekening jika memang dana KJL tidak cair melalui rekening Bank DKI? Parahnya, sebegitu teganya kah mereka membiarkan para kakek-kakek dan nenek-nenek mengantri di Bank hingga berjam-jam, hanya demi memperoleh keuntungan ekonomis dari 50 ribu per rekening?

Nah, pertanyaan-pertanyaan inilah yang menyebabkan benak masyarakat hingga saat ini bergejolak dan curiga. Jangan-jangan memang benar. Dan, sangat bisa jadi Bank DKI memang terlibat politik praktis mendukung kampanye Ahok-Djarot melalui program KJL-nya menjelang putaran kedua.

Di sisi lain, ada hal yang mengejutkan ketika salah seorang lansia ditanya tentang darimana mendapatkan informasi terkait cairnya dana KJL melalui bank DKI. Salah seorang lansia bernama Murtini warga Johar baru, Jakarta Pusat, mengaku, bahwa info tersebut ia peroleh dari Partai. Dan, yang lebih mengetkan lagi, partai tersebut adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang merupakan partai pendukung paslon dua Ahok-Djarot.

Ada dua kemungkinan bila info itu benar-benar ia (Ibu Murtini) dapatkan dari PDIP. Bisa benar, dan bisa saja salah. Benar karena PDIP selain merupakan partai pendukung Ahok-Djarot, PDIP juga merupakan partai representasi rezim saat ini. Maka dari itu, karena kedekatan PDIP dengan pemerintah akan memudahkan informasi terkait program pemerintah, termasuk pemprov DKI, besar kemungkinan bahwa info akan cairnya dana KJL melalui bank DKI adalah benar.

Jika saja salah, ini yang parah. Sebegitu teganya kah PDIP memberikan informasi salah kepada nenek-nenek dan kakek-kakek tua renta? Seperti itukah perlakuan PDIP-yang katanya “Partai Wong Cilik” terhadap Bu Murtini dan warga lansia lainnya?. Jika demikian, maka sungguh PDIP merupakan partai yang paling tidak manusiawi di Indonesia.

Bayangkan bila nenek-nenek atau kakek-kakek yang antri hingga berjam-jam itu merupakan nenek atau kakek anda, apa yang anda rasakan?

 

Berikut video lengkap pengakuan Ibu Murtini:

Related posts

Leave a Reply