Sempat Dituding Manusia Fiktif, Steven Hadisurya Sulistyo Kabur ke Singapura

Steven Hadisurya Sulistyo, pelaku ujaran kebencian terhadap Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi kabur ke luar negeri. Pria berkacamata itu disebut-sebut mengamankan diri di Singapura. Hal ini disampaikan Direktur Reskrimum Polda NTB Kombes Irwan Anwar.

“Steven sudah ke luar negeri sebelum imigrasi menerima laporan perkara,” kata Irwan Anwar, kemarin seperti dilansir dari Tempo.

Pernyataan Irwan Anwar mematahkan isu yang menyebutkan Steven merupakan manusia fiktif. Sebelumnya Niluh Djelantik yang merupakan pendukung Ahok menuding Hary Tanoesoedibjo, Chairman & CEO MNC Group yang juga Ketua Umum Partai Perindo sebagai pencipta sosok Steven.

Tuduhan itu secara tidak langsung menganggap Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi berbohong. Tak terima gubernurnya dianggap pembohong, warga NTB yang diwakili 12 orang Tim Pembela Gerakan Pribumi Berdaulat (PGPB) melaporkan lima pemilih akun media sosial yang menyebarkan hoax tersebut.

Kelima pemilik akun tersebut adalah Niluh Djelantik (facebook), Cyril Raoul Hakim (twitter), Surya Tjia (twitter), Suparman Bong (facebook), Tazran Tanmizi (facebook).

Kasus ujaran kebencian yang dilakukan Steven kepada Gubernur NTB terjadi mereka mengantre di konter check-in Bandara Changi, Singapura, Minggu (9/4). Steven mencaci dengan melontarkan kalimat “Dasar Indo. Dasar Indonesia. Dasar Pribumi. Tiko.” Tiko merupakan singkatan tikus kotor.

Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Zainul langsung melaporkan insiden tersebut. Dia akhirnya memaafkan dan Steven membuat surat permohonan maaf di atas kertas bermaterai.

Tetapi pihak kepolisian tetap memprosesnya. Penanganan kasus ini bahkan sudah meningkat dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

 

Related posts

Leave a Reply