Manik Bumi Mimpikan Peradaban Air

SINGARAJA – Di tengah isu krisis pengelolaan sampah di Bali yang semakin mencuat dan kurangnya keseriusan pemerintah dalam menanggulangi masalah sampah, di Bali Utara upaya ini menggeliat kuat.

 

Adalah Manik Bumi Foundation, lembaga sosial masyarakat yang berdiri dari 5 tahun mendedikasikan dirinya dalam upaya menanggulangi masalah persampahan di Bali Utara. Minggu kemarin, Yayasan Manik Bumi Foundation, menggelar acara bersih-bersih sampah plastik di sepanjang Pantai Indah, Singaraja di Jalan Ahmad Yani, Kota Singaraja. Puluhan karung sampah plastik pun berhasil dikumpulan oleh puluhan pemuda ini.

 

 

Agenda bersih-bersih sampah ini adalah rutinitas yang dilakukan mereka.  Sebagai yayasan yang bergerak di bidang lingkungan, agenda untuk mengajak masyarakat bersama-sama membersihkan sampah. “Kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan mesti terus ditingkatkan,”  Hadi Kusuma, selaku Kepala Kantor Manik Bumi Foundation saat ditemui dilokasi bersih-bersih kemarin.

Lanjutnya, pemilihan pantai indah sebagai lokasi bersih-bersih sampah plastik, karena pantai ini baru berkembang dan menjadi daya tarik pariwisata. “Disini (pantai indah), ada penangkaran tukik dan juga di tengah laut sedang dilakukan pengembangan karang laut. Para turis juga sudah mulai banyak berdatangan,” ujarnya.

Kegiatan Pantai indah pertamakali dilakukan oleh Manik Bumi Foubdation dilakukan bulan Februari 2017. Menariknya setelah kegiatan tersebut rupa-rupanya memotivasi masyarakat setempatpun kini ikut membersihkanya.

 

Dulu, volume sampah yang dihasilkan sampai 3 mobil pikap, dan kemarin, sudah mulai mengurang, hingga sampai 1 pikap saja. “Apa yang dilakukan oleh yayasan Manik Bumi dengan gerakan peduli sampah, setidaknya sudah mampu memantik warga sekitar untuk peduli akan pantainya,” tutup Made Sukantara Arpin, selaku Sekretaris Badan Pengurus Manik Bumi Foundation kemarin.

Setelah acara pembersihan sampah, malamnya dilakukan acara hibura  sekaligus memperingati 5 tahun berdirinya Manik Bumi Foundation. I Wayan Gendo Suardana selaku Ketua Umum Manik Bumi Foundation dalam sambutannya menyatakan bahwa Yayasan ini memang mempunyai cita-cita besar dalam pengelolaan linhkungan hidup di Buleleng. “Kegiatan Kami memang berpijak pada upaya penanggulangan sampah. Bahkan program yang lebih besar lagi adalah upaya mengembalikan fungsi sungai Singaraja. Mendorong masyarakat bantaran sungai Singaraja agar tidak membuang sampah ke sungai dan menjadikan kampung bantaran sungai menjadi kampung hijau.” Ujar Gendo.

“Ini adalah salah satu mimpi kami dalam upaya menyelamatkan sungai Singaraja agar dapat menjadi “hidup” dan menghidupkan peradaban air” pungkas Gendo menutup pidatonya.

 

Malam hiburan ini dimeriahkan oleh para seniman relawan Manik Bumi Foundation seperti: Bondres Catur Manggala, band comedy ballad; Jerry. S, Mata Jendela feat Bayow dan ditutup band Reggae Rastafata Ceramol.

Related posts

Leave a Reply