FX Hadi Rudyatmo adalah Bukti Ucapan Ahok Salah

JAKARTA – Sikap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sepertinya selalu mengundang kontroversi.

Setelah  tersandung kasus dugaan penistaan agam hingga menjadikannya pesakitan di meja hijau, mantan Bupati Belitung Timur ini seolah tidak menunjukkan sikap penyelasan. Ahok malah kerap menjadikan perkara yang dihadapinya sebagai lelucon.

Ahok pernah berceletuk dengan konten menyindir ketika mengusulkan nama fasilitas wifi untuk Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dengan nama wifi ‘Al Maidah’ dan kata kunci ‘kafir’.

Ketika ditanyakan perihal pernyataannya di persidangan, Ahok mengatakan, celotehannya itu ia lakukan secara spontan.

“Kenapa saya sampaikan, karena mereka demo saya terus, menolak saya. Oknum pejabat juga sudah banyak yang tidak suka sama saya sebetulnya. Makanya saya sindir ke mereka saja,” jelas Ahok dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa 4 April 2017.

Terbaru, Ahok mengomentari pertanyaan wartawan di Balai Kota yang menayakan rencana ia selepas tidak menjabat sebagai gubernur dengan menyatakan susahnya menjadi pejabat di negeri ini lantaran latar belakang agama. “Mau jadi gubernur aja susah, ini lagi mau jadi wapres. Kafir mana boleh jadi pejabat di sini (Indonesia),” kata Ahok

Pernyataan Ahok tersirat seolah menyatakan jika pejabat di Indonesia harus berdasarkan suatu agama tertentu, padahal Indonesia merupakan negara yang mengakui lebihd ari satu agama.

Terbukti, banyak daerah lain di Indonesia yang dipimpin oleh pemimpin non muslim, dan itu tidak hanya terjadi di wilayah yang mayoritas non muslim, di wilayah yang mayoritas muslim pun ada, contohnya adalah Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo yang juga seorang non muslim, namun dapat diterima warganya dengan baik karena prestasi dan keberhasilannya memimpin Kota Solo.

Related posts

Leave a Reply