Djarot Resmi Pimpin Ibukota

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) resmi divonis hukuman 2 tahun penjara atas kasus penodaan agama terkait pernyataannya yang menyoal Surat Al Maidah 51 ketika mengunjungi Pulau Pramuka, Kabupaten Kepulauan Seribu.

“Menyatakan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan penodaan agama,” kata Hakim Ketua, Dwiarso Budi Santiarto membacakan amar putusan dalam sidang Ahok di auditorium Kementan, Jl RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017).

Hakim menyatakan Ahok dinilai bersalah melakukan penistaan agama. Ahok melakukan pidana murni. Ahok dinyatakan majelis hakim terbukti melakukan tindak pidana dalam Pasal 156a KUHP, yakni secara sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama.

Setelah pembacaan vonis, Ahok langsung dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur.

Dengan divonisnya Ahok, maka Djarot Syaiful Hidayat (Djarot) wajib bersiap diri melanjutkan estafet perjuangan melayani warga DKI Jakarta hingga Oktober 2017.

Diketahui, Djarot langsung beranjak menemui Ahok di Rutan Cipinang. Djarot mengatakan ingin melakukan koordinasi dengan Ahok. Djarot tiba di Rutan Cipinang sekitar pukul 12.40 WIB dan langsung masuk untuk menemui Ahok yang sudah berada di sana.

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menambahkan, pihaknya siap menunggu salinan putusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara terkait kasus Ahok. Putusan salinan tersebut akan menjadi dasar bagi Kemendagri untuk memberhentikan Ahok dari jabatannya.

Penggantian Ahok ke Djarot berdasarkan pasal 65 ayat 3 UU nomor 23/3014 tentang Pemda, yang menegaskan bahwa kepala daerah yang sedang menjalani masa tahanan Tidak bisa melaksanakan tugas dan wewenangnya sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dan 2.

Related posts

Leave a Reply