Gerakan Anti Khilafah Muncul di Bali

Jakarta – Kekuatan anti-Pancasila memang tak pernah surut untuk mencoba mengganti ideologi Bangsa ini. Di Jakarta maupun kota besar lainnya, baik dari ormas lokal maupun antek asing, mulai parade terang-terangan untuk mendirikan negara khilafah, negara berdasar agama, dan menolak Pancasila.

Menanggapi hal ini, sejumlah elemen masyarakat bereaksi, salah satunya munculnya Deklarasi Gerakan Anti Khilafah (GRAK) Indonesia di Bali. Rencananya deklarasi akan dilakukan secara besar-besaran pada 20 Mei 2017 nanti oleh gabungan dari seluruh Ormas di Bali, diantaranya Pemuda Pancasila, Banser NU, GP Ansor, tokoh Hindu, dan berbagai agama lainnya.

Deklarasi direncanakan dimulai dengan doa Bersama di sebuah kamar yang pernah dihuni oleh Presiden Pertama RI, Soekarno, yang berlokasi di Jalan Veteran, Denpasar. Selanjutnya digelar seminar dan aksi pembentangan bendera panjang mengelilingi bundaran di titik nol Kota Denpasar.

Mengutip perkataan Kapolri Jenderal Tito Karnivan, Mardika menyebutkan, silent majority Indonesia saat ini memang lebih banyak. Jika terus berdiam diri, gerakan radikal Indonesia bergulir makin nyata, bukan sekadar wacana. Oleh karenanya, harus bisa ditangkis demi menjaga keutuhan NKRI.

Sementara, Humas Pemuda Pancasila Bali, Mangde Suparta menambahkan, ideologi Pancasila di Indonesia itu sudah final. Mangde menyatakan siap bertarung habis-habisan dengan siapa saja yang berani merongrong dasar negara dengan sepenuh jiwa raga.

Gerakan radikal mewujudkan Indonesia dari negara Pancasila berganti menjadi negara syariat cukup nyata di depan mata.

Koordinator GRAK Bali, Nyoman Mardika menerangkan, deklarasi tersebut akan dimeriahkan dengan berbagai aksi yang akan terus dilakukan di Bali. Dalam deklarasi tersebut, ratusan peserta nantinya akan menandatangani piagam penolakan terhadap gerakan khilafah, mendukung upaya pemerintah, TNI dan Polri, dalam memberantas setiap gerakan yang berbau syariat Islam dan membantu setiap Ormas Islam di Indonesia untuk memberantas gerakan Khilafah.

Related posts

Leave a Reply