Gerindra Yakin Pilpres Kali Ini Prabowo Menang

Jakarta – Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) masih dua tahun lagi, namun banyak partai politik telah menyiapkan langkah untuk bertarung memperebutkan kursi Indonesia 1. Salah satunya adalah Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang diketuai oleh Prabowo Subianto.

Meski sudah gagal dalam dua kali keikutsertaan memperbutkan kursi panas di Istana, namun Partai Gerindra tetap optimis akan kembali mengusung Prabowo Subianto menjadi calon presiden pada Pilpres 2019 mendatang.

“Kami fiks, kembali mencalonkan Pak Prabowo sebagai calon presiden,” kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon.

Menurut dia, Prabowo masih sangat layak untuk maju di Pilpres 2019. Bahkan Fadli Zon memiliki keyakinan lebih partainya akan menumbangkan partai penguasa saat ini, PDIP, dalam pertarungan pilpres nanti. “Kami sangat yakin menang,” tegas Fadli Zon.

Terkait aturan main pilpres, Fadli Zon tak terlalu ngotot. Dia siap saja apapun yang diputuskan dalam revisi UU Pemilu. Termasuk soal threshold, Fadli tak begitu khawatir.

“Mau threshold 7 persen pun, kami tidak masalah. Kami oke saja,” tambah Fadli optimis.

Terpisah, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman juga menegaskan, pembahasan presidential threshold dalam RUU Pemilu membuka peluang bagi partainya menyorongkan kadernya sebagai calon presiden atau calon wakil presiden dalam Pilpres 2019.

Terkait ini pula, DPP PKS kini tengah gencar melakukan konsolidasi ke seluruh daerah untuk memberikan motivasi kadernya agar mempersiapkan diri menghadapi Pilpres 2019.‎

“Karena begitu kita punya capres dan cawapres, itu akan berdampak pada pilihan orang terhadap anggota legislatif. Kalau kita punya capres dan cawapres yang bagus, publik juga akan memberikan kita suara yang bagus,” kata Sohibul.

Pembahasan mengenai presidential threshold sendiri saat ini di DPR RI ‘pertarungannya’ relatif berimbang. Partai politik yang mendukung besaran presidential threshold sebesar 20 persen mayoritas dari parpol pemerintah. Diantaranya PDIP, Golkar dan NasDem.

Sementara, parpol yang mendukung ambang batas pencalonan presiden 0 persen adalah Partai Gerindra dan PAN. Sementara yang mendukung sama dengan parlimentary treshlod yakni PKS, PKB.

“Partai Hanura saya kira juga ada di situ. Mana yang kuat? Kalau dari sisi konfugirasi relatif sama. Tapi dari pembicaraan-pembicaraan, kelihatannya akan mengarah pada jalan tengah yaitu parlimentary treshold,” ulas Sohibul.

Apapun keputusannya kelak, lanjutnya, PKS mengisyaratkan akan menjalin koalisi pada Pemilu 2019. Soal partai koalisi, Sohibul tak malu-malu menyebut jika Partai Gerindra adalah pilihan yang dianggap tepat. Selain jalinan komunikasi intensif yang dilakukan Prabowo Subianto selaku Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Sohibul menilai dua partai itu cukup untuk mengusung Capres dan Cawapres.

Related posts

Leave a Reply