Rakyat Bayarin Bunga Utang Koruptor BLBI Rp70 Triliun Per Tahun

Jakarta – Kasus mega korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) ternyata berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia.

Bagaimana tidak, ternyata skema bantuan yang diberikan Bank Indonesia kepada bank-bank yang mengalami masalah likuiditas pada krisis moneter 1998 itu juga sudah membuat rakyat Indonesia harus menanggungnya hingga saat ini.

Dalam program itu, pemerintah melakukan penyertaan berupa obligasi rekap kepada bank-bank yang memenuhi persyaratan. Bank menerima obligasi rekap senilai aset kredit macet sebagai ganti atas aset macet bank yang diserahkan kepada pemerintah melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Aset-aset kredit macet itu dihargai 100 persen oleh pemerintah.

BPPN kemudian menjual aset-aset itu dan hanya laku senilai 30 persen. Sampai tahap itu, bank sebenarnya sudah untung 70 persen dari nilai rill obligasi. Tiap tahunnya, bank menerima pembayaran kupon dari pemerintah.

Kala itu, pendapatan bunga obligasi yang diterima perbankan diharapkan akan meningkatkan pendapatan bank dalam bentuk dana segar guna menambah likuiditas. Ini akan membuat bank mempunyai ruang untuk menyalurkan kredit kepada sektor rill.

Penerbitan obligasi ini mencapai Rp430,4 triliun. Secara umum, suntikan itu berhasil memperkuat permodalan bank. Namun, dari sisi fiskal, penerbitan obligasi membebani pemerintah. Setiap tahunnya, pemerintah harus membayar bunga dan ketika jatuh tempo, nilai pokoknya harus dilunasi. Hal ini memberi pengaruh negatif terhadap kemampuan pemerintah dalam memberikan stimulus pembangunan dan subsidi.

Untuk itulah, banyak pihak menginginkan kasus ini harus segera diusut tuntas agar pemerintah secepatnya bisa menyelesaikan tanggungan beban utang dari obligasi rekap.

Sekedar informasi, pembayaran bunga obligasi rekap eks BLBI sebesar Rp70 triliun rupiah setiap tahunnya menjadi tanggungan APBN. Artinya, rakyat Indonesia harus menanggung beban uang yang berdasarkan hasil audit KPK, ada kerugian sekitar Rp138,7 triliun rupiah akibat penyaluran BLBI untuk 48 bank saat itu.

Related posts

Leave a Reply