Video Wagub Sulut Buktikan Skenario PDIP Gulingkan Ahok

Jakarta – Keretakan hubungan antara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sepertinya semakin nyata terlihat.

Hal tersebut bisa kita lihat dengan sikap beberapa kader PDIP yang mulai menyatakan terang-terangan tidak menyukai sikap Ahok, khususnya terkait kasus penodaan agama yang dilakukannya.

Pernyataan tegas Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut), Steven Kandou, dalam sebuah video yang mendukung vonis 2 tahun penjara terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mungkin bisa menjadi contohnya.

Video berdurasi 32 detik tersebut menjadi viral di dunia maya. Steven secara terang-terangan mengatakan bahwa kasus Ahok menjadi pembelajaran untuk siapapun, termasuk kepala daerah, untuk tidak bermain-main dengan agama.

Sikap Steven ini mungkin menjadi sebuah perwujudan dari derasnya tensi penolakan dan ketidaksukaan terhadap gubernur Ahok dari kader akar rumput (grass root), bukan membalikkan realitas dan alasan yang mengada-ngada. Dilihat secara luas, parpol sebagai suprastruktur politik sudah selayaknya merepresentasikan kehendak publik.

Berangkat dari konteks tersebut, partai berlambang Banteng Moncong Putih ini memiliki kader yang sudah jelas-jelas tak diragukan lagi kesetian dan kapabilitasnya dalam membela PDIP dan rakyat. PDIP punya banyak kader seperti Tri Rismaharini, Ganjar Pranowo, Djarot Saiful, Boy Sadikin yang punya potensi, namun lucunya PDIP malah memilih Ahok di Pilkada lalu.

Jika kita merunut ke belakang, pada kenyataannya memang tidak seluruh kader PDIP memberikan dukungan kuat terhadap Ahok. Hal ini bisa kita lihat dari beredarnya video di sosial media terkait kader PDIP yang menyuarakan yel-yel “Ahok Pasti Tumbang”.

Video itu memperlihatkan perpecahan di kalangan internal. Ada yang mendukung Ahok dan ada yang tidak.

Video Steven Kandou juga semakin membuka tabir bahwa memang benar adanya skenario penggulingan Ahok yang dilakukan oleh PDIP. Sebagaimana kita ketahui, PDIP selama ini memiliki kader yang sangat setia dan menjalankan semua komando yang diberikan oleh pusat, namun pernyataan Steven Kandou, mementahkan teori tersebut, sikapnya bertentangan dengan pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekanoputri yang menyatakan akan mendukung Ahok habis-habisan.

Dalam kata lain, PDIP sudah mulai memainkan manuver-manuver politik untuk mendapatkan simpati rakyat dem memuluskan perjalanan politiknya ke depan.

Related posts

Leave a Reply