Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Jokowi yang Tidak Konsisten dan Takut Banjir

NetizenIndonesia.com, Jakarta – Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melontarkan pernyataan kontroversial. Ia menyataka bahwa Anies-Sandi, gubernur terpilih DKI Jakarta harus bertanggung jawab jika Jakarta banjir karena mereka ingin memberhentikan proyek Reklamasi Teluk Jakarta.

Begitu yakinnya Luhut mengatakan Jakarta akan banjir bila memberhentikan proyek reklamasi. Padahal, tenggelam tidaknya Jakarta tidak ditentukan oleh dibatalkannya proyek reklamasi. Banjir di Jakarta terjadi karena keberadaan beban gedung-gedung yang menjulang tinggi. Gedung-gedung tersebut sangat berpengaruh terhadap menurunnya ketersediaan ruang di Jakarta. Jakarta seolah penuh dan sesak. Akibatnya, ketersedian aliran air sangat sedikit. Selain itu, puluhan sungai, danau, waduk, dan situ di Jakarta tidak ditata dan dikelola dengan baik. Akibatnya, banjir terus terjadi di Jakarta.

Jakarta merupakan Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia, oleh karenanya, pemerintah harus mencari solusi dan menata ulang atas beban fungsi kota yang terlalu berat ini. Salah satunya dengan diarahkannya pembangunan ke wilayah-wilayah lain. Dengan begitu, pembangunan di Indonesia akan semakin merata.

Pernyataan Luhut terkesan ada yang ditutup-tutupi. Ternyata benar, Luhut tidak membuka hasil kajian Komite Gabungan Reklamasi Teluk Jakarta. Sikap Luhut tidak konsisten. Padahal sebelumnya sudah berjanji akan membuka hasil kajian tersebut. Dengan demikian, maka tidak ada dasar yang kuat untuk melanjutkan proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Related posts

Leave a Reply