Ridwan Kamil, Membangun Citra dari Masjid Bandung Raya

NetizenIndonesia.com, Jakarta – Adalah Ridwan Kamil, Walikota Bandung yang belakangan menjadi perbincangan hangat masyarakat terkait keinginannya yang ingin berkontestasi pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 mendatang.

Terlepas dari keinginan tersebut, ada hal menarik dari sepak terjang Ridwan Kamil semenjak terjun ke dunia politik. Pengalaman politik belum matang yang dialami Ridwan Kamil membuat dirinya selalu plin plan dalam bersikap dan mengambil keputusan. Terutama setelah keingiannya untuk nyagub diketahui oleh publik.

Ridwan Kamil memang cukup lihai dalam mengambil simpati masyarakat. Terutama kepiawaiannya dalam menggunakan sosial media. Nyentrik dan humoris menjadi andalannya ketika nyetatus di akun facebook, twitter, maupun Instagram miliknya. Strategi inilah yang menjadi daya tarik masyarakat untuk terus menyukai pria yang biasa disapa Kang Emil itu.

Nampaknya, belakangan Ridwan Kamil terlihat mencoba membangun citra baru. Sebelumnya, dalam banyak kesempatan penampilan ala anak muda dan energik menjadi gaya andalan Kang Emil di depan publik. Namun, beberapa bulan terakhir ia seolah berubah 180% derajat dari penampilan sebelumnya. Ridwan Kamil kerap muncul di tengah publik dengan mengenakan peci. Seruan shalat subuh berjamaah kepada warga Bandung, silaturrahmi ke kiyai-kiyai dan sejumlah pesantren di Jawa Barat, hingga mengundang imam Masjidil Haram menjadi aktifitas favorit Kang Emil untuk membangun citra dirinya agar dipandang “islami.”

Namun, dari sekian banyak upaya kang Emil untuk meraih simpati masyarakat Jawa Barat, ada keputusan blunder yang ia lakukan. Kang Emil menerima pinangan Partai Nasdem yang telah dicap sebagai partai pendukung penista agama oleh masyarakat termasuk Jawa Barat.

Selain itu, Ridwan Kamil yang masih balita di dunia politik, tak begitu paham soal peta politik di Jawa Barat. Perlu diketahui, Jawa Barat adalah wilayah yang didominasi HTI, PUI, dan Persis. Tak bisa dipungkiri bahwa kemenangan Ahmad Heryawan dua periode di Pilgub Jabar, tak lepas dari dukungan ketiga Ormas Islam tersebut.

Lantas, untuk apa dan siapa Ridwan Kamil membangun citra Islami selama ini? Untuk meraih simpati warga NU? Ketum PBNU Kiyai Said Aqil Siradj telah mengakui bahwa NU di Jawa Barat kurang begitu berkembang. Bahkan jauh tertinggal dari ormas-ormas Islam  lainnya. Musnahlah usaha Kang Emil yang selama ini ia perjuangkan.

Itulah akibatnya jika agama digunakan hanya untuk kepentingan politik. Mendadak Islami hanya untuk meraih simpati. Shalat subuh berjamaah musiman hanya untuk kepentingan. Membangun Citra dari Masjid Dandung Raya.

Related posts

Leave a Reply