Dukungan Nasdem kepada Ridwan Kamil Hanyalah Dalih untuk Adu Domba

NetizenIndoesia.com, Jakarta – Sebagai partai baru dan masih belum memiliki kader begitu banyak di berbagai daerah, Nasdem selalu menggunakan strategi dan pola yang sama dalam setiap Pemilu. Merasa tak mampu untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas partai dalam setiap ajang pesta demokrasi, partai lain belum apa-apa, Nasdem selalu membuat kejutan. Mereka kerap memberi dukungan dan mendeklarasikan dukungannya duluan. Sederhananya, Nasdem seolah menumpang popularitas calon yang mereka usung.

Dugaan ini bukanlah tanpa alasan. Banyak fenomena yang memperkuat dugaan tersebut. Di Pilkada DKI, misalnya, saat partai politik belum menyatakan sikap mendukung pasangan calon siapa, secara mengejutkan Nasdem mendeklarasikan dukungannya kepada Ahok. Pun dengan Pilgub Jabar yang belakangan ini ramai diperbincangkan. Tak ada hujan tak ada becek, Nasdem tiba-tiba menyatakan sikap mendeklarasikan dukungannya kepada Ridwan Kamil untuk menjadi calon gubernur Jabar di Pilgub 2018 mendatang.

Siapa yang tak kenal Ahok dan siapa yang tak kenal Ridwan Kamil? Popularitas kedua tokoh tersebut sangat dan sangat diperhitungkan. Dengan begitu, maka sangat lah wajar bila Nasdem yang masih masuk dalam kategori partai kecil dan terhitung baru, begitu semangat mendukung Ahok maupun Ridwan Kamil. Ada banyak keuntungan bagi Nasdem, Nasdem akan semakin dikenal masyarakat.

Melihat fenomena mengejutkan tersebut, tentu tak sedikit masyarakat yang bertanya, apa maksud Nasdem yang masih dini hari tapi sudah mendukung Ridwan Kamil sebagai cagub jabar? Terasa aneh dan mengganjal, Ridwan Kamil yang sebelumnya diusung Gerindra dan PKS di Pilwalkot Bandung 2014 lalu, tiba-tiba membelot dan menerima pinangan Nasdem.

Dukungan Nasdem terhadap Ridwan Kamil sebenarnya merupakan strategi “licik.” Logikanya, Nasdem hanya memiliki 5 kursi di DPRD Jawab Barat. Maka tidak mungkin Nasdem mengusung Ridwan Kamil sendiri. Satu-satunya partai yang bisa mengusung kadernya sendiri di Pilgub Jabar nanti hanyalah PDIP. Partai lain butuh koalisi agar bisa mengusung calon. Sama halnya dengan Nasdem, mereka tak bisa mengusung Ridwan Kamil sendiri. Nasdem masih butuh 2-3 partai lagi agar bisa mengusung Ridwan Kamil

Nasdem sengaja memberi dukungan di babak awal agar Ridwan Kamil dimusuhi Gerindra dan PKS. Semacam politik belah bambu. Dan, ternyata terbukti, strategi Nasdem terbilang berhasil. Setelah publik mengetahui Ridwan Kamil diusung Nasdem, jagat maya dan media tak henti-hentinya menyerang Ridwan Kamil. Bila diamati, mayoritas orang-orang yang menghajar Ridwan Kamil tersebut adalah kader dan simpatisan Gerindra maupun   PKS.

 

 

Related posts

Leave a Reply