Reklamasi Untuk Banjir Jakarta Atau Banjir Ribuan Triliun di Kantong Pengembang?

Banyak pihak all out berjibaku untuk terlaksanannya reklamasi. Berbagai isu pun dihembuskan bila tak reklamasi maka jakarta akan Banjir pada tahun 2030. Benarkah? Atau untuk properti bernilai ribuan triliun?

Jika untuk menangani banjir sejatinya Jakarta bisa memperbanyak embung-embung, revitalisasi 13 sungai dan memperbanyak telaga. Sementara reklamasi malah menguruk mangkok air di Jakarta. Penghentian pembangunan reklamasi justru cara yang bijak untuk menyelamatkan lingkungan.

Perlu diketahui, harga tanah di area reklamasi Teluk Jakarta sangatlah tinggi. Rata-rata Rp 30 juta per meter persegi. Sementara biaya reklamasi seperti yang terjadi di Pantai Losari misalnya sekitar Rp 1,5 juta per meter persegi. Hitungan sederhananya ada keuntungan senilai Rp 28,5 juta per meter persegi. Ingat ini baru harga tanah belum menghitung harga bangunan dan lain sebagainnya.

Lantas, berapa keuntungan dari proyek reklamasi Teluk Jakarta dengan 17 pulau dari 9 pengembang tersebut? Berikut ini hitungan kasarnya. Hitungan ini sangat kasar karena mengasumsikan semua lahan berharga dan hanya menghitung harga tanah saja. Tidak menghitung bila properti tersebut dibangun vertikal alias gedung bertingkat.

1. PT. Kapuk Naga Indah: Rp. 357 triliun (Pulau A, B, C, D, E)
2. PT Jakarta Propertindo: Rp. 54 triliun (Pulau F)
3. PT Muara Wisesa Samudra: Rp. 45. triliun (Pulau G)
4. PT. Taman Harapan Indah: Rp. 17 triliun (Pulau H)
5. PT Jaladri Kartika Eka Paksi: Rp. 114 triliun (Pulau I)
6. PT. Pembangunan Jaya Ancol: Rp. 99 triliun (Pulau J dan K)
7. PT. Manggala Krida Yudha: Rp. 304 triliun (Pulau L dan M)
8. PT. Pelindo II: Rp. 117 triliun (Pulau N)
9. Pemprov DKI Jakarta: Rp. 340 triliun (Pulau O, P, dan Q).

Keuntungan itu masih dihitung per pengembang. Apabila keuntungan tiap-tiap pengembang dijumlahkan lagi, maka hasilnya berjumlah total Rp. 1.45 kuadriliun. Bagaimana jika dikalikan 10 misalnya gedungnya bertingkat 10?

Related posts

Leave a Reply