Deklarasi Gerakan Anti Radikalisme (GRAK) Bali

NetizenIndonesia.com, Denpasar – Pemimpin Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal, Nuril Arifin Husein, bersama dengan sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Anti Radikalisme (GRAK) Bali mendeklarasikan anti radikalisme (Denpasar, 20/05/2017)

Gus Nuril, demikian sapaan akrabnya, tergabung dalam GRAK Bali menyadari radikalisme sangat berbahaya bagi ketentraman bangsa dan keutuhan NKRI. Banyak pihak yang tidak senang melihat kerukunan dan kedamaian yang terjadi di Indonesia.

Paham radikalisme memang sedang tumbuh subur dan harus ada upaya ekstra untuk menghalaunya. Paham radikalisme mengajarkan umat manusia untuk saling membenci dan memusuhi, jauh dari nilai-nilai bangsa Indonesia yang saling menghormati dan saling mengasihi. Untuk itu, GRAK Bali menolak keras paham dan ajaran radikalisme serta mendukung upaya-upaya untuk menghilangkan paham radikalisme dari bumi pertiwi.

Mencermati dan menelaah perkembangan situasi kebangsaan akhir-akhir ini, GRAK Bali menyampaikan deklarasi sebagai suatu tekad  bersama untuk mengatasi masalah radikalisme sebagai berikut:

(1) Memperkokoh Nilai-Nilai Pancasila dan BhinnekaTunggal Ika guna menjaga keutuhan NKRI.

(2) Mengembangkan solidaritas antara sesama anak bangsa yang berbeda suku, agama, ras dan antar golongan.

(3) Mengembangkan pemahaman keagamaan yang inklusif, toleran dan saling menghargai khususnya melalui lembaga pendidikan.

(4) Meminta semua pihak untuk tidak menggunakan isu SARA dalam agenda politik.

(5) Mendukung pemerintah menumpas gerakan intoleran.

(6) Menolak gagasan Khilafah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

(7) Mendukung penghapusan pasal-pasal penodaan agama yang rawan menimbulkan perpecahan dalam kehidupan berbangsa.

Related posts

Leave a Reply