Hukum Tajam ke Bawah, Tumpul ke Kader Nasdem

NetizenIndonesia.com – Sejak bergabung bersama partai koalisi pemerintah, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mendapat jatah kursi Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Ya, HM. Prasetyo, selaku kader Nasdem, dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Jaksa Agung.

Sejumlah pengamat dan masyarakat sangat menyayangkan dengan dilantiknya HM. Prasetyo sebagai Jaksa Agung, karena ia merupakan salah satu kader Nasdem. Sebagai penegak hukum, seharusnya lepas dari kepentingan politik. Karena bila hukum sudah ditunggangi partai politik, maka intervensi hukum rawan terjadi. Akibatnya, penegakan hukum akan tebang pilih dan pilih kasih.

Ternyata, kekhawatiran masyarakat benar-benar terjadi. Fenomena di lapangan tentang politisi, banyak menujukkan keanehan dan kecurigaan. Sejumlah pemimpin daerah mendadak pindah ke partai Nasdem setelah dijerat kasus korupsi. Anehnya lagi, kasus tersebut tak ada angina tak ada hujan tiba-tiba dihentikan dan hilang bak ditelan bumi.

Berikut daftar pemimpin daerah yang mendadak pindah ke partai Nasdem setelah kasusnya dihentikan.

 

  1. Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek

Awan Faroek dijerat kasus korupsi divestasi saham PT Kaltim Prima Coal (KPC). Setelah melang-lang buana dengan pengadilan, tiba-tiba kasusnya dihentikan oleh Kejaksaan dengan alasan karena penyidik tak memiliki cukup bukti.

Tak lama setelah kasus korupsi yang membelit Awang Faroek, secara mendadak ia kemudian pindah ke Partai Nasdem yang awalnya sebagai kader Golkar. Perpindahan Awang ke partai Nasdem, karena ia merasa kecewa kepada Golkar. Entah masalah apa yang membuat dirinya kecewa sehingga loncat partai.

Apapun alasannya, masyarakat akan tetap curiga dan bertanya-tanya. Kemungkinan besar, pemberhentian kasus korupsi Awang Faroek tersebut, karena adanya campur tangan HM. Prasetyo yang merupakan kader Nasdem yang kini mentereng di kursi kejasaan.

 

  1. Bupati Indramayu Hj. Anna Shopanah.

Anna juga merupakan kader Golkar yang pindah ke Nasdem. Anna mendapat warisan jabatan bupati dari suaminya, Irianto MS Syaifuddin alias Yance, setelah menjadi tersangka dan divonis penjara karena kasus korupsi..

Tak lama setelah menggantikan posisi suaminya, Anna tiba-tiba pindah ke Nasdem yang awalnya diusung Golkar.

 

  1. Bupati Bone Palange, Hamim Pou.

Hamim Pou awalnya maju dalam pilkada Bone Palange melalui jaur independent, namun kemudian ia pindah menjadi kader Nasdem dan menjadi Ketua DPW Nasdem Gorontalo. Setelah berjalannya waktu, Hamim terjerat kasus korupsi dana Bansos dan ditetapkan sebagai tersangka.

Aneh bin Ajaib, setelah ditetapkan sebagai tersangka, pra peradilannya pun ditolak oleh PN Gorontalo, tiba-tiba kasusnya diberhentikan oleh Kajati Gorontalo. Pemberhentian kasus Hamim, diduga ada intervensi Kejaksaan karena adanya kesamaan partai politik yakni Partai Nasdem.

Itulah tiga pemimpin daerah yang juga merupakan kader Nasdem, yang patut dicurigai dan dipertanyakan. Kejaksaan yang seharusnya menjadi lembaga penegak hukum di negeri ini, tiba-tiba beralih profesi dan beralih fungsi menjadi pelindung kadernya sendiri. Hukum dipermainkan setelah mendapat jatah kejaksaan. Hukum seakan tajam ke bawah, tumpul ke kader Nasdem.

Related posts

Leave a Reply