Nasdem, Partai Kecil yang Lihai Numpang Popularitas Calon

NetizenIndonesia.com – Semakin hari, tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik terus mengalami kemerosotan. Hal ini diakibatkan karena ulah segelintir orang yang kerap tidak menjaga amanah ketika sudah diberi kekuasaan. Setelah mentereng mendapat jabatan publik, mereka terlalu asyik hingga terlena dan lupa. Akhirnya, terjerembablah mereka ke dalam perbuatan yang tidak diinginkan. Kasus korupsi masih merajalela dan menjadi santapan favorit mereka. Akibat daripada itulah, masyarakat mengalami krisis kepercayaan terhadap partai politik.

Jika dulu popularitas partai politik menjadi rebutan para calon legislatif maupun eksekutif di berbagai daerah, kini seakan terbalik. Partai Politik yang malah kebingungan mencari kader yang akan diusung untuk menduduki jabatan publik. Ironisnya, sejumlah partai politik malah memanfaatkan popularitas tokoh tertentu untuk memulihkan citra buruk partainya. Sederhanya, mereka hanya numpang popularitas tokoh tersebut agar partainya dikenal oleh masyarakat.

Fenomena semacam ini seringkali dilakukan oleh Partai Nasdem. Hal ini mungkin terlihat wajar mengingat Nasdem tergolong partai kecil dan masih berada di papan bawah di antara parta-partai lainnya.

Salah satu contoh adalah kelihaian Nasdem di Pilkda DKI Jakarta kemarin. Nasdem begitu semangat mendaklarasikan dukungannya terhadap Ahok. Ketika partai politik lain masih belum menentukan pilihannya, Nasdem justru lebih dulu memutuskan mendukung dan mendeklarasikan Ahok sebagai Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta.

Nasdem seolah memanfaatkan kepopuleran Ahok yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi perbincangan hangat jagat Nusantara. Tak peduli Ahok dikenal masyarakat karena sisi positif atau negatifnya. Hal terpenting bagi Surya Paloh adalah, Nasdem dikenal masyarakat dari berbagai kalangan. Masyarakat tau bahwa Ahok didukung Nasdem.

Hal yang sama dilakukan Nasdem kepada Ridwan Kamil. Di saat partai politik masih dirundung kebingungan menentukan calon yang akan diusung di Pilgub Jabar 2018 mendatang, Nasdem masih subuh-subuh sudah mendeklarsikan dukungannya kepada Ridwan Kamil. Dukungan tersebut diberikan dengan tanpa syarat. Sebuah keputusan yang sangat berani, namun sangat kentara ada upaya untuk menunggangi popularitas Ridwan Kamil.

Bahkan, banyak poster bertebaran dengan tulisan sebuah pernyataan tegas, bahwa Partai Nasdem merupakan partai yang pertama mendukung Ridwan Kamil tanpa mahar. Poster tersebut disebarkan ke media sosial. Ya, Nasdem seolah ingin menunjukkan kepada masyarakat sebagai partai pahlawan. Partai bersih yang mendukung calon bersih. Begitu kira-kira tujuan pembuatan dan penyebaran poster tersebut.

Ahok dan Ridwan Kamil bisa dibilang sebagai tokoh pemimpin yang merajai popularitas dalam dua tahun terakhir. Rasa-rasanya, bila tak ada Ahok dan Ridwan kamil di media, baik media online, televisi, media cetak, maupun media sosial, bagai makan sayur tanpa garam.

Related posts

Leave a Reply