Geng Motor Merajalela, Pemerintah Kemana?

Jakarta – Fenomena kekerasan yang dilakukan oleh kelompok geng motor kembali meresahkan warga Ibu kota. Mereka tak segan melukai hingga membunuh siapapun yang mereka anggap lawan.

Seperti yang terjadi beberapa waktu belakangan di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Hanya karena alasan konyol untuk memperebutkan posisi sebagai ketua geng, para remaja yang masih berusia 13-15 tahun ini melakukan pembacokan terhadap para pengendara bermotor secara random di wilayah Lenteng Agung.

Tidak lama berselang, aksi geng motor lainnya terjadi di wilayah Jatiwaringin, Jakarta Timur, dalam aksinya kali ini, para anggota geng motor tersebut bahkan hingga merenggut nyawa satu orang korban. Sadisnya, mereka merekam aksi ersebut dan menyebarkannya di media social secara langsung. Setelah membunuh korban, para pelaku bergegas meninggalkan lokasi tanpa ada rasa bersalah.

Tindakan konyol para remaja ini tentu saja menjadi sebuah ironi tersendiri. Mereka tega menghilangkan nyawa seseorang demi sebuah rasa kebanggaan dan solidaritas yang tidak berdasarkan akal sehat.

Berdasarkan penelurusan netizenindonesia, ada tiga geng motor yang cukup disegani di wilayah Ibu kota dan sekitarnya, mereka antara lain:

  1. Geng Motor Amerika

Geng motor  ini dinamai Amerika lantaran kependekan dari kata Anak Merdeka Kalisari, yang tak lain adalah sebuah daerah di wilayah Cijantung, Jakarta Timur. Geng Amerika memiliki jumlah anggota sekitar 400-an orang.

Geng motor ini terkenal sering membuat keributan dengan siapapun, baik sesame geng motor maupun dengan masyarakat awam. Terakhir, geng motor Amerika terlibat keributan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat pada 14 Juli 2015, dimana salah seorang anggota geng motor lawannya tewas dalam keributan ini.

  1. Geng Motor Inggris

Geng ini merupakan musuh besar dari Geng motor Amerika. Menariknya para anggota geng motor ini tidak hanya bermodalkan kenekatan dan kebranian saja, namun juga dipercaya memiliki ilmu kebal dari kelompok Mahesa Kurung yang diprakarsai Bayu Aji Prakoso.

Geng ini memegang peranan penting di kawasan bilangan Jagakarsa dan Pasar Minggu, Jakarta Selatan dengan pengikut sekitar 300-an orang.

  1. Geng Jepang

Geng motor ini tidak setenar dua geng motor sebelumnya. Geng Jepang yang merupakan akronim dari Jembatan Mampang ini memiliki wilayah di daerah Depok, Jawa Barat, tepatnya beraksi di kawasan Sawangan.

Sama dengan kedua geng sebelumnya, geng motor ini juga kerap membuat keributan pada malam akhir pekan. Geng ini kurang terorganisir dan umumnya beranggotakan remaja mulai dari usia 13 sampai 15 tahun. Aksi Geng Jepang bukan untuk membegal atau merampas harta, namun sengaja membuat onar, untuk melukai orang.

Mata rantai geng motor ini sudah selayaknya dihentikan. Pemerintah melalui aparat keamanan harus bisa memberantas fenomena kekerasan ini dan mengembalikan para remaja tersebut ke jalan yang benar dan merubah semangat solidaritas mereka dalam wadah yang positif. Sayangnya, pihak kepolisian terbiasa beraksi setelah adanya jatuh korban, seharusnya pihak kepolisian dapat melakukan tindakan preventif dengan merangkul para remaja tersebut.

Pemerintah juga jangan asik sendiri dengan sibuk berpolemik, berpolitik sindir sana sindir sini. Pemerintah harus serius menangani rakyat termasuk soal keamanan (kejahatan gangster) karena negara/pemerintah tak boleh kalah dengan kejahatan. seluruh mata rantai gangster Jakarta harus dibabat.

Related posts

Leave a Reply