Ahok, Sunan Kalijodo atau Sunan Sinarmas?

NetizenIndonesia.com – Masih segar dalam ingatan masyarakat tentang gelar istimewa yang diberikan oleh GP Ansor kepada mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Katanya, dari saking istemawanya karena telah memberantas tempat maksiat yang puluhan tahun bergerilya di Jakarta, Ansor lantas memberi gelar “Sunan Kalijodo” kepada Ahok.

Selain memberantas tempat maksiat, katanya, Ahok juga menyulap kalijodo menjadi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Padahal, di balik keindahan dan kehijauan Kalijodo, ada satu hal yang tak banyak dilirik oleh kebanyakan masyarakat terutama warga Jakarta. Ada logo Sinarmas terpampang di sana.

Pembangunan RPTRA RTH Kalijodo sejatinya bukan menggunakan dana pemprov DKI, bukan pula menggunakan dana pribadi Ahok. Akan tetapi melalui pembiayaan Corporate Social Responsibility atau CSR. Pengembangnya adalah PT Sinarmas Land. Konon, pembangunan bekas tempat prostitusi terbesar di Jakarta itu menghabiskan biaya hingga Rp 20 miliar.

Sangat tidak mungkin Sinarmas menggelontorkan dana besar begitu saja kepada pemprov DKI. Besar kemungkinan ada timbal balik yang nantinya akan menguntungkan Sinarmas itu sendiri. Pertanyaannya, siapa yang menjembatani antara Sinarmas dengan pemprov DKI? Mengapa bisa begitu mudahnya Ahok mendapatkan dana CSR? Bekas staf pribadi Ahok Sunny Tanuwidjaja lah diduga menjembatani Ahok dan Sinarmas. Hal itu terjadi mengingat Sunny merupakan kerabat petinggi Sinarmas.

Setelah melihat fakta di atas, gelar istimewa Sunan Kalijodo yang diberikan Ansor kepada Ahok sebenarnya salah kaprah. Hal ini disebabkan karena Ahok tidak mengeluarkan keringat setetes pun atas pembangunan Kalijodo yang kini menjadi tempat indah itu. Semua biaya dikeluarkan oleh PT Sinarmas Land, dan Sunny Tanuwidjaja yang menjadi pemnghubungnya.

Yang Ahok lakukan hanyalah menggusur rakyat miskin Jakarta. Menyuruh aparat keamanan yang kabarnya mereka dibayar menggunakan uang dari hasil “perjanjian preman” untuk mengusir warga Kalijodo. Selain itu, yang mencarikan dan memberikan solusi untuk para PSKnya pun bukan Ahok, tapi Khofifah Indar Parawansa yang kala itu terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat Kalijodo. Jadi kesimpulannya, Ahok tidak berbuat apa-apa untuk Kalijodo.

Related posts

Leave a Reply