Netizen: Ingin Calon Presiden Berkualitas? Bukan dengan Presidential Threshold

JAKARTA – Jika menginginkan calon presiden berkualitas, bukan dengan Presidential Threshold melainkan dengan melakukan seleksi terbuka dan transparan. Hal tersebut disampaikan oleh seorang netizen dari akun twitternya @BambangECWidodo.

Ya, topik Presidential Threshold akhir-akhir ini cukup menarik perhatian netizen. Pemilu 2019 menjadi ajang pelaksanaan pesta demokrasi untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) secara bersamaan. Otomatis, penetapan Presidential Threshold sudah tidak layak diterapkan.

Saat ini Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu sedang dibahas DPR melalui Panitia Khusus (Pansus), salah satunya tentang pemberlakuan Presidential Threshold yang ditetapkan kepada partai politik untuk mengajukan calon presiden dan wakil presiden.

Presidential Threshold dinilai tak lagi relevan jika berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk melaksanakan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden serentak pada Pemilu 2019 mendatang. Dengan demikian, seluruh parpol yang ada memiliki kesempatan untuk mengusung calon presiden dan calon wakil presiden.

Berikut beberapa cuitan netizen yang dihimpun netizenindonesia.

@BambangECWidodo: Kalau ingin calon presiden berkualitas bukan dgn presidential Threshold tapi partai kudu melakukan seleksi terbuka dan transparan.

@Erpriko: Presidential threshold melanggar UUD 1945.Klw pmrth&parpol bersikukuh dgn presidential threshold,bubar aja.Yg antiPancasila aja disrh bubar.

@fahmirizqi4: Mudah – mudahan presidential threshold beneran jadi 0%, krn dgn tiadanya ambang batas, orang yg bisa ikutan pilpres jadi banyak…

@vousmoveyes: Catat! Presidential Threshold 0% Bisa Munculkan Calon-calon Presiden yang Bervariatif

@_RahmatSetyawan: Langkah Mundur jika Presidential Threshold Mengacu Pileg 2014

Related posts

Leave a Reply