SID : Seword Bangs*t! Media Pro-Reklamasi. Umur Kalian tak Akan Panjang!

NetizenIndonesia.com – Grup Band Superman Is Dead yang dikenal dengan SID menunjukan konsistensinya dalam menolak reklamasi. 4 Juni 2017 akun resmi official SID mencuit di sosial media twiiter Seword bangs*t! Media pro-reklamasi. Umur kalian tak akan panjang!… Demikian bunyi cuitan grup band yang dibesut Jerinx, Bobby Cool, dan Eka Rock.

Cuitan akun resmi SID @SID_Official adalah respon dari sebuah tulisan yang dimuat  seword.com yang berjudul Tolak Pinangan Jokowi, Kaum Cabe-Cabean Tertawa, Sini Saya Skak Mat.

Berawal dari kabar penolakan tegas group band Superman Is Dead (SID) atas tawaran Jokowi yang ingin menjadikan lagu “Jadilah Legenda” karya SID sebagai lagu program #JokowiMenjawab, SID diserang dan dibanjiri komentar negatif dari media-media yang memiliki kedekatan dengan istana. Seword adalah salah satunya.

Bukan tanpa alsan SID menolak lagunya dipakai penguasa untuk program #JokowiMenjawab. Melalui sang drummer, Jerinx menyampaikan ketegasannya.

Yang pertama program #JokowiMenjawab sangat kental bernuansa politik. “But we all know, ini politik, untuk kepentingan RI 1, kita bisa saja menjual lagu tersebut, misalnya seharga 1 miliar dan saya yakin itu akan berhasil mengingat seberapa sering Jokowi menyebut nama SID dalam wawancara. Tapi saya menolaknya,” demikian pernyataan resmi Jerinx menegaskan alasan penolakannya.

Kedua, Jerinx beranggapan bahwa Jokowi melanggar HAM (Hak Asasi Manusia) terkait dengan adanya korban jiwa dalam kasus semen di Rembang. “Saat ini kasus Kendeng sedang memerlukan solidaritas penuh,” Cetus Pria yang disegani oleh semua musisi Bali.

Dan yang ketiga, Jerinx dan SID masih belum terima sikap Jokowi yang membiarkan reklamasi di Teluk Benoa, Bali. Selama ini SID bersama para aktivis dan musisi lain seperti Iwan Fals menolak dengan suara lantang reklamasi Bali. Namun konsistensi SID ternyata tidak sama dengan Iwan Fals, yang belakangan ini mulai lunak kepada Pemerintah. Padahal semua tahu Iwan Fals adalah musisi yang kritis, tapi entah apa yang mendasari Iwan Fals tidak seperti SID yang tetap kritis dan konsisten melawan kesewenag-wenangan.

“Hal ini juga saya lakukan sebagai peringatan kepada beliau jika saya atau SID tidak selalu 100 persen mendukung kebijakannya. Saya bukan musisi istana,” Cetus Jerinx menegaskan kembali pernyataannya.

Karena penolakan inilah kemudia SID diserang dan dicoba dihabisi pamornya oleh media-media yang pro dengan pemerintah karena memiliki kedekatan dengan Istana. Seword, salah satu media opini yang  memainkan isu ini dan mengarahkan sentimen publik untuk membunuh citra SID. Bahkan dari judul tulisannya saja orang bisa emosi dan memancing permusuhan.

Hingga malam ini (5 Juni 2017) cuitan @SID_Official mendapatkan 811 kali retweet, 485 disukai, dan mendapat balasan 158 kali.

Akun @Meurah_Saif membalas, Ngeri ya, yang tidak sepaham dengan Jokowi semua dibantai

Sementara @Nahdudin166 membalas Ngeri…. Yang tidak manut dibuat kotor namanya. Rezim bedebah

Kebanyakan netizen mendukung SID dan kalaupun ada yang tidak sepaham dengan cuitan SID mereka tidak bisa memberikan alasan logis. Dukungan terus mengalir untuk SID sampai saat ini dan berharap bisa mengambil tindakan lebih lanjut.

Related posts

Leave a Reply