SID Bertindak, Outsiders Bergerak, Seword Panik

NetizenIndonesia.com – Outsiders dan Lady Rose, begitulah mereka menamakan diri sebagai fans dan penggemar Grup Musik aliran Punk ‘N Rock, Superman Is Dead. SID adalah salah satu Grup Band yang keras menyuarakan suara perlawanan kepada penguasa yang rakus dan berbuat sewenang-wenang.

 

Flashback sejenak ke belakang, awal terbentuknya SID bermula dari keinginan Ari Astina alias Jerinx untuk membentuk sebuah band baru. Jerinx akhirnya bertemu Bobby Cool dan mengajaknya untuk menjadi vokalis. Setelah itu Lolot alias I Made Bawa bergabung untuk mengisi posisi pemain bass, tetapi tak lama kemudian Lolot keluar dan digantikan oleh Eka Arsana alias Eka Rock. Mulanya band ini bernama Superman Is Silven Gun lalu mengubahnya menjadi Superman Is Dead seperti yang kita kenal sekarang.
Dari awal kemunculannya melalui lirik-lirik dalam lagunya, SID selalu menyisipkan semangat perlawanana kepada ketidak adilan. Sebut saja Sunset ditanah Anarki, Jadilah Legenda, Aku bukan Pahlawan, Kuat Kita Bersinar, Jika Kami Bersama dan sederet lagu tenar lainnya.

 

Setelah melihat perjalanan SID sampai detik ini, bisa dilihat bagaimana tindakan para personelnya sesuai dengan lirik lagu yang dinyanyikannya. Idealisme yang tertanam sejak Band ini terbentuk mempengaruhi tindakan perlawanan para punggawa dan fans dalam melawan rezim yang berindak tidak adil. Salah satu contoh perlawanan terhadap reklamasi bali.

 

SID sebagai band yang lahir dan besar di Bali, berisikan musisi Bali, lantang menyuarakan penolakan terhadap reklamasi. Berbagai acara kerap digelar untuk menularkan idealisme dan semangat perlawanana mereka melawan penguasa ataupun pengusaha yang rakus. Hebatnya lagi ini dilakukan secara konsisten.

Berikut kutipan pernyataan resmi SID

Bagi yang belum tahu, kami selama ini sangat sering manggung di event-event besar di kota-kota besar dan kecil di seluruh Indonesia. Dan sejak 3,5 tahun lalu, kami tak pernah henti menggemakan perlawanan #BaliTolakReklamasi di setiap panggung yang kami singgahi. Semua itu kami lakukan dari hati, secara swadaya tanpa ada yg ‘menunggangi’ kami, baik secara politis maupun secara bisnis.

 

Seiring waktu, perlahan namun pasti, gerakan perlawanan tersebut makin besar dan menuai banyak dukungan, baik itu secara lokal Bali, maupun dari seluruh Indonesia. Hal ini membuat gerah penguasa dan pengusaha yang berada di balik proyek destruktif tersebut. Mulailah mereka bermanuver.

 

Awalnya intimidasi mereka lakukan di Bali dengan cara meneror personel SID dan mempersulit ijin konser-konser yang melibatkan SID. Namun cara tersebut tidak mempan, karena meski diteror/dipersulit, justru gerakan perlawanan rakyat melawan penguasa/pengusaha rakus ini makin besar dan terorganisir.

 

Makin frustasi proyek liciknya terancam batal, mereka pun mencoba ‘meredam’ perlawanan Bali Tolak Reklamasi dengan cara yang lebih licik yaitu mencoba mematikan karir kami yang -mungkin- mereka nilai sebagai ancaman besar bagi kepentingan mereka.

 

Singkat cerita, intimidasi kembali mereka lakukan dalam skala yang lebih luas, yaitu skala nasional. Caranya pun sangat culas, memakai segala akses kekuasaan dan power yang mereka miliki untuk menekan penyelenggara event-event musik agar tidak lagi memakai SID, yang otomatis artinya job manggung kami berkurang, dan kami tak seleluasa dulu dalam menyuarakan perlawanan di atas panggung-panggung besar.

 

Jadwal manggung kami hingga akhir tahun ini pun otomatis lenggang. Pemasukan kami sebagai band sudah pasti akan turun. Tapi apakah hal ini akan membuat kami memilih jalan aman dan melupakan perjuangan Bali Tolak Reklamasi? TENTU SAJA TIDAK

 

Justru hal ini membuat kami jengah dan berupaya untuk lebih konsisten lagi dalam berjuang. Kami percaya rejeki akan selalu ada bagi mereka yang tulus berjuang untuk alam dan tanah kelahirannya. Kami lebih memilih hidup berkecukupan, daripada kaya raya dengan melacurkan idealisme dan harga diri perjuangan semeton Bali kami yang mati-matian mempertahankan rumahnya.

Tak ada yang bisa menghentikan kami hingga proyek rakus tersebut benar-benar dibatalkan.

Salam perlawanan,

SID

 

Saat ini, kembali SID menunjukan dirinya pihak yang keras menolak reklamasi. Melalui akun resmi twitternya, @SID_Official Seword bangs*t! Media pro-reklamasi. Umur kalian tak akan panjang!…

Netizen rama-ramai mengomentari cuitan SID ini, terlebih lagi mereka yang tergabung dalam Outsiders dan Lady Rose. FYI di Bali saja SID mampu menggerakan perlawanan menolak reklamasi teluk Benoa. Atas usaha yang digalang SID ini berhasil mengumpulkan perlawanan besar-besaran dan menghambat proyek reklamasi disana.

Kali ini akankah cuitan SID mampu mempengaruhi terhadap perlawanan kepada media hoax pro reklamasi seperti seword. Yang pasti outsiders dan lady rose akan ikut andil dalam menghadapi seword yang dikatakan SID sebagai Bangs*at ini. Jika melihat kejadian di Bali maka pergerakan Outsiders patut diwaspadai dan sangat wajar seword panik menghadapi.

 

 

We are… we are…
We are… outsider…

Berpeluh dan tak pernah menyerah…
Tak pernah mengeluh dan tak pernah mengalah…

Rintangan yang selalu menghadang
Tak gentar kita hadapi walau sangat menyakitkan…

Takkan ada rasa pernah menyesal…
Menghormati dan selalu dihormati…

Berjuang dengan selalu didepan
Kita kibarkan bendera kita raih kemenangan…

 

 

 

Related posts

One thought on “SID Bertindak, Outsiders Bergerak, Seword Panik

Leave a Reply