Aksi Bela Manajer Indosat, Netizen Serukan #BoikotIndosat

NetizenIndonesia.com, Jakarta – Pengguna media sosial kembali dihebohkan dengan sebuah pemberitaan kontroversial yang melibatkan perusahaan penyedia jaringan telepon, Indosat Ooredoo.

Menurut kabar yang beredar, perusahan Indosat memecat seorang karyawan  yang kedapatan membela ulama yakni Imam Besar (Front Pembela Islam) Habib Rizieq.

Kehebohan itu tertuang dalam agar #BoikotIndosat yang sudah menjadi trending topic di media sosial Twitter. Tagar itu sendiri berisi soal topik-topik dan percakapan terkait pemecatan seorang karyawan Indosat bernama Riko M. Ferajab.

Banyak netizen menyuarakan kritik dan kebanyakan menghujat kebijakan Indosat yang dianggapnya sudah membuat keputusan sepihak yang amat merugikan.

“Jika benar-benar terjadi pemecatan, maka kita serukan #BoikotIndosat!! #BoikotIM3!!,” tulis pemilik akun bernama @YudhiVernanda.

“Indosat berani pecat orang Muslim karena membela Islam dan Ulama,” cuit @CondetWarrior.

“Jadi benar kabar bahwa @IndosatCare akan memecat yang mengkritik pemerintah? Kalian sudah di-buy-back Joko? Mau kami lawan dengan #BoikotIndosat?,” ujar akun @SiBonekaKayu.

“Kesewenang-wenangan antek penjilat itu harus dilawan dengan #BoikotIndosat. Negara tak akan berpihak pada umat. Kita lawan dengan boikot,” sambung @bandabening.

Peristiwa ini sendiri diduga bermula dari sebuah postingan yang diunggah oleh Riko di akun Facebook pribadinya pada Selasa (30/5/2017) silam. Postingan tersebut berisi kritik dan hujatan terhadap pemerintah yang dinilai sebagai “rezim paling busuk dalam sejarah perpolitikan Indonesia.”

Tak hanya itu, Riko juga mengkritik para penegak hukum di Indonesia yang telah mengkriminalisasi para ulama, terutama Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq.

“Semoga Allah SWT berkenan untuk mengamanahkan kekuasaan kepada Habib agar bisa menegakkan keadilan di negeri ini dengan seadil-adilnya,” tulis Riko dalam akun Facebooknya pada 30 Mei silam, pukul 06.13.

Tak hanya itu, Riko juga mengecam mereka yang sudah memojokkan para ulama di Indonesia.

“Dan segera menyeret orang-orang zalim yang saat ini berkuasa, serta siapapun yang punya andil dalam kriminalisasi para ulama dan fitnah-fitnah terhadap umat Islam, hingga ke pengadilan dan tiang gantungan,” ujar Riko, diakhiri dengan tagar #PSHRSfor2019 dan #KamiBersamaHRS.

Related posts

Leave a Reply