Tak Percaya Kinerja KPK, Kejagung Turunkan Tim untuk Investigasi Kasus Suap yang Menjerat Parlin Purba di Kejati Bengkulu

NetizenIndonesia.com – Kasus yang membuat Kasi III Intel Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Parlin Purba menjadi tersangka, sepertinya sulit dipercaya oleh pihak Kejaksaan. Entah, ingin membela atau hanya untuk memastikan, pihak Kejaksaan kerap kali bersuara dan bahkan seakan tidak terima anak buahnya ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, tindakan pihak kejaksaan sempat membuat heboh publik. Dua orang jaksa berfoto menggunakan tulisan #OTTRecehan. Sontak foto tersebut menjadi viral di media, baik media sosial maupun media-media online.

Tak cukup sampai disitu, Kejaksaan Agung, melalui Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) menerjunkan timnya ke Bengkulu. Konon, tim tersebut diterjunkan untuk melakukan investigasi terkait kasus suap yang menjerat Jaksa Parlin tersebut.

Padahal, Parlin telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, tapi entah mengapa pihak kejagung masih terlihat begitu kekeuh membela anak buahnya tersebut.

Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Parlin Purba diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Selain itu, aksi suap-menyuap tersebut sebenarnya telah dibenarkan oleh internal Kajati Bengkulu sendiri. Hal itu disampaikan oleh rekan Parlin, Mukomuko Putra Selatan Manjudo. Mukomuko juga menjabat sebagai Kasi III Intel Kejati Bengkulu. Sebuah jabatan yang juga diemban oleh Parlin.

Dia mengatakan, Amin Anwari dan Murni Suhardi memberi suap kepada Parlin Purba berkaitan dengan pengumpulan data dan bahan keterangan Balai Wilayah Sungai tahun 2015-2016.

Lagi-lagi entah apa yang ada dalam benak Kejagung. Pihaknya seolah tak percaya dengan kinerja KPK. Bahkan, Kejagung juga seakan tak percaya dengan pernyataan teman seprofesi Parlin yang membenarkan terjadinya aksi penyuapan tersebut.

Related posts

Leave a Reply