Ini Daftar Penyebar Berita Hoax yang Diringkus Polisi, Bagaimana dengan HM Prasetyo?

NetizenIndonesia.com – Momok dari penyebaran berita bohong atau hoax tak ubahnya seperti peredaran narkotik dan pornografi. Bila dibiarkan, berita hoax bisa membahayakan dan merugikan masyarakat. Hoax menjadi sangat berbahaya apabila disebarkan terus-menerus, karena akan membuat orang yang awalnya sangsi menjadi percaya.

Para tersangka hoax sudah banyak bertebaran di berbagai daerah di Indonesia. Ini menunjukkan adanya keseriusan pemerintah untuk memberantas pelaku hoax.

Sepanjang tahun 2017, berikut beberapa daftar pelaku penyebar berita hoax yang berhasil diringkus oleh pihak kepolisian.

  1. Angga Permana.

Pria asal Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat tersebut melakukan penyebaran hoax terkait penculikan di media sosial facebook.

Melalui akun pribadinya, ia menulis kejadian penculikan yang seolah-olah benar-benar terjadi. “Ibu2 Bpk2 lebih waspada lagi menjaga anak-anaknya. Penculikan sudah masuk area KECAMATAN CIPONGKOR dan sekitarnya,”  tulisnya.

Namun, kabar tersebut ternyata bukan sebuah penculikan, melainkan ditujukan kepada dua orang laki-laki dan perempuan dengan menyudutkan salah satu pihak. Angga ternyata menyudutkan seseorang yang ada dalam postingannya. Bahkan, dia sampai menyubtnya sebagai penculik.

Mengetahui hal tersebut, Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam Indradi, langsung memerintahkan anggotanya untuk segera menulusuri kebenaran informasi tersebut.

Setelah ditelusuri oleh jajaran Satreskrim Polres Cimahi, kedua orang yang diduga sebagai penculik tersebut dipastikan bukan penculik seperti apa yang telah disebarluaskan oleh pelaku. Angga pun akhirnya ditangkap di kediamannya di kawasan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, Senin (3/4).

  1. Pria berinisial RNM

Rabu, 26 April 2017, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menangkap penyebar berita hoax atas laporan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Tersangka yang merupakan warga Sumatera Selatan diringkus polisi di tempat tinggalnya.

Adapun barang bukti yang disita antara lain, ponsel, sebuah laptop dan beberapa kartu seluler. Ia memastikan, laptop telah dilakukan uji laboratorium forensik dan hasilnya, laptop tersebut memang untuk mengunggah berita hoax yang menyudutkan HB X. Tersangka RNM dijerat dengan Pasal 27 UU No.11/2008 dengan ancaman hukum enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

 

  1. Ahmad Rifai Batubara

Rifai ditangkap ole Tim Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri karena menyebarkan informasi hoax melalui kun facebook-nya yang menyebut kejadian bom bunuh diri di Kampung Melayu yang menewaskan 3 polisi, adalah rekayasa polisi.

Entah motivasi apa yang membuat dirinya menulis statement seperti itu dalam akun facebooknya. 3 anggota Polisi tewas di tempat kejadia, tragedy bom melayu malah dituduh sebagai rekayasa polisi.

Rifai ditangkap di sebuah pondok pesantren putri di Jalan Sutan Syahrir, Padang Panjang Barat, Sumatera Barat, Minggu (28/5/2017) sore.

 

  1. Jaksa Agung HM Prasetyo

Jum’at, 16 Juni 2016, HM Prasetyo melontarkan sebuah pernyataan yang akhirnya berujung kegaduhan di tengah masyarakat. Pernyataan tersebut yakni terkait Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo yang disebutnya telah menyandang status “tersangka” dalam perkara dugaan pesan singkat (SMS) bernada ancaman, yang dikirim Hary Tanoe kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.

Masyarakat terkejut dan bertanya-tanya. Benarkah demikian? Namun tak berlangsung lama, pernyataan Prasetyo tersebut dibantah oleh Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto. Ia mengatakan bahwa, dalam perkara SMS tersebut, Hary Tanoe hanya sebagai saksi.

Jelas sudah, jika mengacu kepada bantahan Bareskrim Mabes Polri, pernyataan Jaksa Agung HM Prasetyo dapat dikategorikan sebagai berita palsu, bohong, alias hoax.

Sungguh sangat disayangkan, sekelas pimpinan Kejaksaan Agung menyebarkan berita bohong kepada masyarakat. Akibat daripada kabar hoax tersebut, masyarakat akhirnya menjadi gaduh.

Namun, dari ketiga tersangka di atas, HM Prasetyo yang jelas-jelas terbukti menyebarkan berita hoax, belum juga ditindak lanjuti oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini pihak kepolisian.

Prasetyo sangat istimewa. Jika pihak kepolisian begitu sigap menangkap dan mengadili pelaku penyebar hoax dia atas, Angga Permana, RNM, dan Ahmad Rifai, maka pihak kepolisian pun seharusnya tak kalah sigap dalam menindak lanjuti pernyataan Hoax HM Prasetyo.

Pernyataan Prasetyo tentu sangat merugikan pihak korban. Karena tindakan tersebut telah mencoreng nama Hary Tanoe. Apalagi, Hary Tanoe saat ini tengah berkecimpung di dalam dunia politik. Tentu ini sangat mempengaruhi popularitas dan elektabilitasnya.

Related posts

One thought on “Ini Daftar Penyebar Berita Hoax yang Diringkus Polisi, Bagaimana dengan HM Prasetyo?

Leave a Reply