Gerakan #BersihkanOknumKejaksaan Viral, Banjir Dukungan

NetizenIndonesia.com – Gerakan #BersihkanOknumKejaksaan menjadi viral di media sosial. Sebuah tagar yang dijadikan fokus perbincangan hangat banyak netizen tersebut, dikarenakan banyak masyarakat yang benar-benar sadar, bahwa ternyata dalam lembaga penegak hukum pimpinan HM Prasetyo tersebut terdapat banyak oknum yang nakal.

Bahkan, hal ini telah diakui sendiri oleh HM Prasetyo. Dengan banyaknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan oknum kejaksaan, Prasetyo mengakui bahwa memang banyak anak buahnya di berbagai daerah masih nakal.

“Hanya mohon maaf dan maklumi ada satu dua jaksa nakal karena ada 10 ribu lebih anggota jaksa, kalau ada satu dua jaksa yang nakal yang menyimpang tentu itu oknum, tidak perlu digeneralisir. Tetapi, saya akan memberikan apresiasi dan terima kasih kepada pak Agus, pak Syarif dan teman-teman jajaran KPK, untuk kapan dilakukan dengan sejalan upaya kita menertibkan diri,” ucap Prasetyo, sebagaimana dilansir tribunnews.com.

Lalu, apa dan siapa sajakah oknum yang nakal tersebut? Benarkah hanya 2 jaksa yang nakal sebagaimana pengakuan Prasetyo? Berikut daftarnya.

  1. Oknum Kajari Jambi berinisial Ms

19 April 2017, Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi mengamankan Ms, oknum pejabat Kajari Jambi. Dia terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dalam dugaan gratifikasi proses lelang barang rampasan negara.

Ms diciduk tim saber di lingkungan Kajari Jambi usai pelaksaan lelang. Alat bukti yang berhasil diperoleh berupa uang sejumlah Rp 200 juta.

  1. Jaksa Eko Susilo Hadi

Pada Deesember tahun lalu, Eko tertangkap tangan oleh KPK di Kantor Bakamla di Jl Dr Soetomo Jakarta Pusat.  Eko ditangkap dalam kasus proyek Badbone atau kabel fiber optik dan dua proyek lain senilai kurang lebih Rp 400 miliar.

  1. Oknum Kejati Jawa Timur berinisial AF

Rabu 23 November 2016, AF terkena OTT oleh tim Saber Pungli Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Jatim). AF diduga menerima suap dari kasus perkara penjualan tanah di Sumenep, Jatim. Dari hasil OTT tersebut petugas menyita uang tunai Rp 1,5 miliar.

  1. Jaksa Parlin Purba Kejati Bengkulu

Oknum Kejaksaan yang menjabat sebagai Kasi III Intel Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Parlin Purba, terjaring Operasi Tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap terkait dengan pengumpulan data dan bahan keterangan Balai Wilayah Sungai tahun 2015-2016.

Parlin diduga telah menerima uang Rp 10 juta dari Amin Anwari dan Murni Suhardi. Setelah melakukan penyeledikan, KPK bahkan menduga sudah ada pemberian uang sebelumnya kepada Jaksa Parlin sebesar Rp 150 juta.

Itulah daftar oknum kejaksaan di berbagai daerah yang selama ini terjaring OTT. Mereka telah mengkhianati amanah rakyat. Jaksa yang seharusnya menjadi contoh memberantas korupsi, malah terperangkap kasus korupsi.

Maka wajar bila fakta yang sangat menyedihkan ini menjadi perbincangan hangat netizen di media sosial, terutama Instagram.

Berikut komentar mereka tentang lembaga penegak hukum yang dipenuhi dengan oknum-oknum yang tidak beres.

Salah satu pengguna instagram bernama @Lambe.nyinyir_ mengungkapkan keprihatinannya terhadap Jaksa Yulianto yang meuduh SMS Hary Tanoe

“jaksa ”ngawur” of the year jaksa ”ngawur” of the year #Yulianto  #JaksaYulianto #bersihkanoknumkejaksaan,” tulis akun @lambe.nyinyir_

Ada pula netizen yang mengunggah sebuah video. Dalam video tersebut, ia mengungkapkan kekecewaan terhadap Prasetyo yang telah memfitnah Hary Tanoe telah berstatus “tersangka.”

“Terungkap HM Prasetyo Fitnah HT. Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan jika HT berstatus tersangka dalam kasus dugaan pengancaman terhadap Jaksa Yulianto.  Faktanya pihak kepolisian yang menangani kasus ini membantah pernyataan Jaksa Agung tersebut, dan menegaskan jika status HT adalah saksi. Memang boleh ya, Jaksa Agung Sebar Fitnah/Hoax? Apakah keadilan berlaku juga bagi jaksa yang menebarkan fitnah?,” tulis akun @video.viral.

Berikut ini video lengkapnya.

Akun @gudang.fakta juga sangat menyayangkan pernyataan Prasetyo yang telah menuduh Hary tanoe sebagai “tersangka.” Yang sangat disayangkan lagi, Prasetyo melancarkan fitnah pada Bulan Ramadhan, dimana seharusnya ia menjaga perkataan yang akhirnya dapat menggangu ibadah umat muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.

“Bulan puasa jangan fitnah ya. Katanya setan dibelenggu dibulan puasa,” ungkapnya.

Itulah beberapa komentar netizen terkait oknum-oknum yang masih berkeliaran di Kejaksaan.

Sepatutnya, viralnya tagar #BersihkanOknumKejaksaan dijadikan bahan interospeksi diri bagi Prasetyo selaku pemimpin tertinggi di Korps Adhyaksa. Karena oknum-oknum jaksa yang nakal, hingga saat ini pun masih banyak yang berkeliaran dan bergentayangan.

Related posts

Leave a Reply