Pakar Hukum Sebut Kasus HT Babak Baru Pasca Pilkada, Netizen: Hukum Disalahgunakan

JAKARTA – ‘Hukum sering disalahgunakan krn ada dendam politik’,” demikian komentar netizen, bernama Samsuddin melalui akun @samsuddin1961 menimpali kicauan Pakar Hukum Internasional Universitas Padjajaran, Romli Atmasasmita, yang dalam akun twitternya @rajasundawiwaha, mengungkapkan kasus HT merupakan babak baru pasca Pilkada DKI Jakarta.

Seperti diketahui, usai memenangkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Anies – Sandi) dalam ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub), Ketua Umum Partai Perindo, Harry Tanoeosoedibjo (HT), kerap mendapatkan serangan dari lawan politiknya.

Serangan tersebut antara lain larangan penayangan Mars Perindo di sejumlah media elektronik hingga yang terbaru, kasus pesan singkat HT kepada Yulianto yang dianggap sebagai sebuah ancaman kembali diperkarakan.

Hal tersebut ternyata cukup menggelitik Romli untuk berkicau di akun twitternya, yang kemudian menuai berbagai komentar dari para followernya, seperti dirangkum NETIZENINDONESIA sebagai berikut.

Hendra‏ (@Hendra70201895): @rajasundawiwaha Hilangnya Nurani Hukum, Tatanan negeri ini sudah hancur, di hancurkan kaum Munafik

Paduka‏ (@HanifHoesin): @rajasundawiwaha Pemerintah tidak suka masy tenang, diangkat lagi isu yg bikin heboh bakal jadi konsumsi media mainstream partisant

Fajrizaini‏ (@fajridinzen): @rajasundawiwaha kenapa hukum saat ini dijadikan senjata untuk menggebuk ya Prof??

Mora‏ (@MoraNapitupulu): @rajasundawiwaha Gak ngerti lg sama jaksa agung skrg sdh tdk berprestasi tp ttp bertahan oleh presiden. Coba sebutkan 1 aja kasus besar yg diusut jaksa? Nol

Ibu alnamthur‏ (@alnamthur): @rajasundawiwaha Dipresekusi satu per satu prof

Ihutan Makmur‏ (@IhutanM): @rajasundawiwaha Ada gak hubungannya ya pak dgn wkt datangnya Wiranto ke DPP Partai Nasdem? Kalau gak salah HT pernah Hanura & Nasdem? Spt anak kecil dendam.

Related posts

Leave a Reply