Sibuk Fitnah Orang, Netizen: Kalau Kejagung Urus Kasus mangkrak, Ribuan Triliun Bisa Kembali ke Negara

NetizenIndonesia.com – Kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung) di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo makin melemah. Sudah tak terhitung berapa banyak kasus-kasus yang mangkrak di Kejagung.

Pasalnya, kinerja Korps Adhyaksa itu diduga terlalu dicampuri oleh kuasa politik. Salah satu yang terburuk menjadi sorotan publik adalah, baru-baru ini, HM Prasetyo sibuk melancarkan fitnah terhadap Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Melemahnya kinerja Kejagung karena terlalu banyak kasus-kasus mangkrak, mendapat reaksi dari sejumlah netizen di media sosial, salah satunya di media sosial twitter.

Salah seorang netizen dengan akun @JokowiLurus mengungkapkan kekecewaannya. Dia menyatakan, bahwa Jaksa Agung merupakan jabatan yang bertugas sebagai penegak hukum di negeri ini. Namun berbeda dengan Jaksa Agung kali ini, ia malah terlihat sebagai petugas partai.

“Penegakan hukum makin kacau. Jaksa agung itu aparat penegak hukum,bukan petugas partai,” tulisnya.

Kicauan akun @JokowiLurus itu kemudia mendapat tanggapan dari netizen lainnya. Salah satunya, ada yang berpendapat bahwa kejagung terlihat lebih disibukkan dengan urusan fitnah menfitnah orang dibanding mengurus kasus-kasus mangkrak yang hingga kini tak terhitung jumlahnya.

“bener bgt, kalau saja Jaksa Agung benar spt pak Jokowi pasti Triliunan uang Negara bisa dikembalikan,” timpal akun @restujuliansyaa.

Berbeda dengan netizen lainnya. Seorang netizen bernama Ramlan Kunia justru terlihat pesimis dengan penegakan hukum di negeri ini. Dari saking pesimisnya, ia sampai mengeluarkan statement bahwa supremasi hukum di negeri ini tidak ada tegak selama Korps Adhyaksa dipimpin oleh HM Prasetyo yang merupakan kader partai Nasdem itu.

“Jangan harap supremasi hukum di negeri antah berantah ini akan tercapai kalo Jaksa Agungnya masih si Prasetyo anak buahnya Brewok itu,” ungkap akun @RamlanKunia.

Itulah komentar netizen terkait ambruknya penegakan hukum di Kejaksaa Agung selama berada di bawah pimpinan HM Prasetyo.

Seperti diketahui, kasus-kasus yang mangrak di Kejagung sangat lah banyak. Bahkan, Indonesia Corruption Wacth (ICW) menyebut, ada 800 lebih kasus yang mangkrak di Kejagung selama kepemimpinan HM Prasetyo. Kasus tersebut di antaranya seperti BLBI, kasus penyalahgunaan kredit Bank Mandiri yang melibatkan Surya Paloh, dan masih banyak lagi.

Related posts

Leave a Reply