Ini Jawaban Mengapa Yulianto dan Prasetyo Ketakutan dengan SMS Hary Tanoe

NetizenIndonesia.com – SMS Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) kepada Kasubdit Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Yulianto yang dianggap sebagai sebuah ancaman, masih menjadi perbincangan hangat di berbagai media.

Perkara ini menyisakan banyak kejanggalan-kejanggalan. Pasalnya, ketika tampil di layar televisi maupun di berita-berita di berbagai media, Jaksa Yulianto kerap menyatakan bahwa dirinya merasa terancam dan ketakutan dengan adanya SMS Hary Tanoe tersebut.

Nah, hal yang mengganjal dan kemudian timbul pertanyaan adalah, mengapa Jaksa Yulianto menjadi ketakutan dan terancam dengan SMS itu? Pertanyaan inilah yang jarang dan bahkan tidak sama sekali terbesit dalam benak banyak orang.

Padahal, jika diamati, SMS tersebut bukanlah sebuah ancaman, melainkan berupa ajakan dari Hary Tanoe untuk memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena dalam menggunakan kekuasaan. Namun, lagi-lagi mengapa Jaksa Yulianto begitu ketakutan? Teriak-teriak di depan media “saya merasa terancam. Saya merasa takut,” katanya.

Jika penasaran, silahkan tonton cuplikan video Yulianto berikut ini.

Jujur, saya sebetulnya kurang begitu mengenal dengan sosok Yulianto ini. Jangankan melihat fotonya, pernah dengar namanya pun, jujur, saya tidak pernah. Namun setelah perkara SMS Hary Tanoe, nama Yulianto begitu melesat dan sering muncul di berbagai media. Semenjak itulah saya kemudian tahu dan mengenal Jaksa Yulianto.

Ternyata memang saya yang salah. Saya mungkin kurang aktif di media, mencari tahu tokoh-tokoh penting yang berkecinpung di dunia hukum.

Rupanya, Yulianto sudah sejak lama terkenal dan banyak dimuat di berbagai media.  Banyak media memberitakan tentang Yulianto, bahwa dirinya masih menyisakan kasus masa lalu.

Ya, popularitas Yulianto memang sejak lama tinggi. Tapi sayang dikenal karena dugaan keterlibatannya dengan berbagai kasus korupsi. Dan, kasus yang melibatkan nama dirinya tersebut, hingga kini tak jelas tindak-tanduknya.

Yulianto diduga terlibat dalam kasus korupsi Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Kepulauan Anambas pada 2011-2013 sebesar Rp. 8.4 Miliar yang melibatkan Bupati Anambas. Yulianto diduga melanggar pasal 15 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan delik permufakatan jahat dalam penanganan dugaan kasus korupsi (BPMD) Kabupaten Kepulauan Anambas itu.

Jika ada yang masih ragu dengan popularitas Yulianto dulu dan kasus-kasus yang melibatkan namanya, silahkan klik nama media di bawah ini

Waspada.co.idharnas.coposkotanews.com, elshinta.com, beritasatu.com, medanbagus.com, rmol.co.

Jika dianalogikan, Yulianto layaknya gunung es. Dimana yang terlihat hanya puncaknya, sementara di bawah puncak itu tidak terlihat. Analogi ini sangat selaras dengan rekam jejak Yulianto. Orang tidak banyak mengenalnya, namun ternyata ia banyak menyisakan kasus-kasus korupsi yang banyak merugikan negara.

Selain Yulianto yang merasa ketakutan dengan SMS Hary Tanoe, Jaksa Agung HM Prasetyo juga terlihat ikut andil dan turun gunung dengan perkasa SMS tersebut. Dia begitu semangat membela anak buahnya. Saking semangatnya, ia bahkan melancarkan fitnah dengan menyebut Hary Tanoe sebagai “tersangka.”

Lantas pertanyaannya, mengapa Prasetyo juga begitu ngotot dan bersemangat membela anak buahnya, bahkan sampai memfitnah Hary Tanoe?

Perasaan takut yang dirasakan Prasetyo sebenarnya hampir mirip dengan anak buahnya, Yulianto. Namun, jika Yulianto diduga terlibat dalam kasus korupsi BPMD Kabupaten Anambas, Prasetyo pernah disebut namanya oleh seorang saksi kasus korupsi dana Bansos Sumatera Utara (Utara).

Fransiska Insani Rahesti, seorang saksi dalam kasus korupsi dana Bansos Sumut tersebut mengaku, bahwa istri Gatot Pujo Nugroho menyediakan uang sebesar 20.000 Dollar Amerika Serikat (AS) untuk Jaksa Agung HM Prasetyo guna mengamankan kasus tersebut di Kejaksaan Agung.

Bayangkan, Yulianto diduga terlibat korupsi BPMD Kabupaten Anambas sebesar Rp. 8,4 Miliar. Kemudian Prasetyo juga diduga terlibat dalam kasus korupsi dana Bansos Sumut sebesar 20.000 Dollar AS.

Lanjut soal menyisakan kasus korupsi. Bila saja korupsi benar benar di eksekusi, akan banyak uang kembali ke negara. Ada BLBI, Supersemar, dan kasus kasus raksasa lainnya. Kalau gaduh terus, kapan bisa konsentrasi bekerja. Coba dibayangkan, berapa ratus triliun rupiah kerugian yang harus ditanggung negara?

Itulah mengapa selama ini Prasetyo dan Yulianto begitu ketakutan dengan SMS Hary Tanoe. Mereka berdua masih menyisakan kasus korupsi yang hingga saat ini tidak jelas tindak-tanduknya.

Related posts

Leave a Reply