Hary Tanoe Dikriminalisasi, Tagar #BersatuDukungHT Jadi Trending Topic di Twitter

NetizenIndonesia.com – Dalam beberapa hari terakhir, publik diramaikan dengan kabar ditersangkakannya Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) oleh Bareskrim Mabes Polri dalam dugaan kasus SMS bernada ancaman. Sontak media sosial geger, bahwa status tersangka yang dialamatkan kepada Hary Tanoe sarat muatan politik. Bahkan, tak sedikit pula masyarakat menganggap bahwa penetapan tersangka terhadap Hary Tanoe merupakan kriminalisasi dan politisasi.

Menanggapi hal itu, para pengguna media sosial pun ramai-ramai mendukung Hary Tanoe. Dukungan tersebut disampaikan melalui media sosial twitter dengan hastag Bersatu Dukung HT atau #BersatuDukungHT.

Berdasarkan pantauan NetizenIndonesia.com, tagar #BersatuDukungHT bertengger di puncak dan bertahan hingga 4 jam. Beragam komentar pun disampaikan oleh netizen melalui tagar tersebut.

Salah satunya disampaikan oleh netizen bernama Fajar. Ia menyarankan agar institusi Kejaksaan Agung tidak menggunakan kekuasaan hanya untuk kepentingan politik.

“Jgn sampai pihak yg berkuasa saat ini memanfaatkan kekuasaan untuk menjatuhkan saingan politiknya itu saja harapan saya #BersatuDukungHT,” cuit akun @Firdosfajar70.

Berbeda dengan apa yang disampaikan oleh netizen bernama Udin. Menurutnya, kriminalisasi terhadap Hary Tanoe dilakukan, karena Nasdem (partai Jaksa Agung HM Prasetyo) iri dan dengki dengan perkembangan Partai Perindo yang elektabilitasnya terus melonjak.

“Ini kerjaan Kejagung. Nasdem yang elektabilitasnya terperosok, kalah jauh dari Perindo. Makanya HT dikerjain sama Prasetyo,” pungkas akun @udinutomo.

Selain tanggapan dan komentar, netizen juga meramaikan tagar #BersatuDukungHT dengan berbagai macam gambar dan meme.

Seperti gambar yang diunggah oleh akun @RelawanSpartan. Ia menggunggah sebuah gambar yang menunjukkan fenomena penegakan hukum di berbagai negara.

Dalam gambar tersebut tertera, bahwa di Jepang, oknum-oknum yang semena-mena dan koruptor akan bunuh diri karena malu, di China dihukum mati, dan di Korea Utara dihukum mati beserta keluarganya, sedang di Indonesia, oknum-oknum tersebut malah dibela, dan parahnya, yang bercita-cita ingin memberantas oknum-oknum tersebut malah dijadikan sebagai tersangka.

“Cuma di Indonesia yang begini #BersatuDukungHT,” tulis akun @RelawanSpartan.

Related posts

Leave a Reply