Inikah Dalang di Balik Kriminalisasi Hary Tanoe?

NetizenIndonesia.com – Dalam beberapa hari terakhir, publik dihebohkan dengan kabar ditetapkannya Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) sebagai tersangka dalam kasus dugaan SMS bernada ancaman.

Menanggapi hal itu, banyak pengamat mengatakan bahwa ditetapkannya Hary Tanoe sebagai tersangka merupakan tindakan kriminalisasi. Selain itu, kriminalisasi terhadap Hary Tanoe juga tak lepas dari bumbu politik (politisasi).

Sudah menjadi obrolan umum di pangkalan ojek dan warung-warung kopi, bahwa kasus Hary Tanoe sangat kental dengan nuansa politis.

Berbicara mengenai kriminalisasi, politisasi, persekusi, dan apapun itu namanya, maka pasti ada pelakunya. Publik hanya ramai membincang kriminalisasi, politisasi dan seterusnya dan seterusnya, tapi tak banyak yang bertanya siapa pelaku kriminalisasi terhadap Hary Tanoe tersebut?

Jika dirunut, kasus SMS yang diduga bernada ancaman tersebut, dilaporkan oleh Jaksa Yulianto. Yulianto merupakan bawahan Jaksa Agung HM Prasetyo di Kejaksaan Agung (Kejagung) Rebulik Indonesia, sedang Prasetyo merupakan kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem) pimpinan Surya Paloh. Nah, runtutan inilah yang membuat kasus tersebut tercuim semerbak aroma politik.

Kembali kepada pertanyaan di atas. Siapa pelaku kriminalisasi terhadap Hary Tanoe? Yulianto kah? Prasetyo kah? Atau Surya Paloh kah? Bisa saja bukan mereka semua, dan bisa saja mereka semua itulah pelakunya, dan, bisa juga di antara mereka ada dalangnya.

Namun yang perlu diperhatikan adalah, para pakar dan pengamat politik sudah banyak yang menyuarakan akan hal itu. Surya Paloh merupakan dalang utama di balik kriminalisasi terhadap Hary Tanoe tersebut. Salah satunya diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono.

“Dasarnya begini, Surya Paloh (Ketum Partai Nasdem) agak senewen elektabilitas Nasdem enggak naik, dan khawatir dengan Perindo yang belakangan ini bagus,” kata Ferry.

Kenapa bisa Surya Paloh? Jawabannya tentu karena Hary Tanoe merupakan lawan politik Surya Paloh. Ingat, lawan, bukan musuh. Keduanya tidak sejalan dan tidak sependapat dalam hal politik.

“Jadi dia mengincar lawan politiknya. Pak HT kan terlihat berbeda pandangan. Tak tertutup kemungkinan saya juga akan diincar oleh pemerintah, atau siapa pun,” lanjut Ferry.

Melihat dan mendengar fenomena politik tidak sehat semacam ini, masyarakat kecewa dan menganggap bahwa status tersangka yang disandang Hary Tanoe, merupakan tindakan kriminalisasi dari lawan politiknya. Kekecewaan ini banyak disuarakan oleh masyarakat di media sosial twitter dengan tagar #KriminalisasiLawanPolitik. Tagar ini bahkan sempat menjadi trending topic pada Kamis, (7/6/2017).

Related posts

Leave a Reply