Membabibuta Serang Hary Tanoe, Surya Paloh “Ndeso”

NetizenIndonesia.com – Belakangan, kata “Ndeso” lagi ngetren di jagat mayantara. Kata ini menjadi popular lantaran keluar dari mulut anak orang nomor satu di Indonesia (Kaesang). Akibat melontarkan kata tersebut, si anak presiden kemudian dipolisikan karena dianggap sebagai ujaran kebencian.

Perlu diketahui, tulisan ini tidak akan menyoal tentang ndeso-nya Kaesang yang lagi ngetren itu. Biarlah si anak presiden yang bertanggung jawab atas kecerobohan mulutnya sendiri. Namun, tulisan ini akan membahas mengenai Surya Paloh. Pimpinan partai Nasdem yang belakangan menjadi sorotan publik.

Surya Paloh mendadak menjadi selebriti di tengah maraknya pemberitaan mengenai ditetapkannya Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) sebagai tersangka dalam kasus SMS yang diduga bernada ancaman.

Banyak pengamat mengatakan, salah satunya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono, bahwa kasus yang saat ini menimpa Hary Tanoe tersebut sangat kental dengan muatan politis. Bahkan, ia juga menilai Surya Paloh merupakan dalangnya.

“Dasarnya begini, Surya Paloh (Ketum Partai Nasdem) agak senewen elektabilitas Nasdem enggak naik, dan khawatir dengan Perindo yang belakangan ini bagus,” jelas Ferry.

“Jadi dia mengincar lawan politiknya. Pak HT kan terlihat berbeda pandangan. Tak tertutup kemungkinan saya juga akan diincar oleh pemerintah, atau siapa pun,” lanjutnya.

Lalu, apa hubungannya Surya Paloh dengan dengan kata “Ndeso”? Jelas ada.

Lagi-lagi masih menurut Ferry. Selain menyatakan bahwa Surya Paloh ikut andil dalam kasus SMS Hary Tanoe, ia juga mengatakan bahwa perbuatan Surya Paloh tersebut merupakan cara yang norak. Nah, kata norak inilah sangat erat kaitannya dengan Ndeso-nya Kaesang anak Jokowi di atas.

“Ini tidak bisa dibenarkan. Inilah cara-cara norak yang dilihatkan kekuasaan. Ingat, kekuasaan itu tak akan seterusnya,” kata Ferry.

Diakui atau tidak, cara-cara tidak sehat yang dilancarkan Surya Paloh, sebenarnya ada rasa ketakutan untuk bersaing dengan Hary Tanoe di kancah perpolitikan nasional. Dia takut melihat perkembangan Patai Perindo yang semakin melesat. Sedangkan partainya (Nasdem) kian hari kian merosot. Dia juga terlihat iri melihat kiprah Hary Tanoe yang semakin dicintai rakyat. Juga tidak terima melihat Hary Tanoe yang elektabilitas dan popularitasnya semakin menjulang tinggi.

Oleh sebab itu, berkaca pada pendapat Ferry Juliantono, Surya Paloh, melalui Jaksa Agung HM Prasetyo yang merupakan anak buahnya, membabibuta menyerang Hary Tanoe dengan berbagai upaya.

Related posts

Leave a Reply