Tarif Taxi Online Tidak Lagi Murah, Netizen: Tak Masalah Selama Pelanggan Puas

JAKARTA – ‘Penetapan tarif bagi taxi online tak jadi masalah selama pelanggan masih puas dengan jasa taxi online’, demikian tulis seorang netizen melalui akun twitternya, Haura Nazhifa‏ (@hauranazhifa111), menanggapi penetapan aturan tarif untuk jasa taxi online.

Seperti diketahui, kemunculan jasa taxi online membuat masyarakat termanjakan dengan tarif murahnya, seketika juga membuat berpaling dari taxi konvensional. Hal tersebut sontak memicu perselisihan diantara kedua pihak jasa transportasi umum, baik online dan konvensional.

Melihat polemik yang semakin memanas, pemerintah mengambil tindakan dengan menetapkan aturan tariff batas atas dan batas bawah bagi operator taxi online. Meskipun demikian masyarakat tidak perlu khawatir, tariff taxi online masih relatif lebih murah 15 persen dibandingkan taxi konvensional.

Penetapan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek, berlaku sejak 1 Juli 2017 kemarin.

Pemerintah menentukan tarif taksi online berdasarkan wilayah. Pada wilayah I meliputi Sumatera, Jawa dan Bali, tarif batas bawahnya sebesar Rp. 3.500 dan tarif batas atasnya Rp. 6.000. Sementara untuk wilayah II, meliputi Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua tarif batas bawahnya Rp. 3.700 dan tarif batas atasnya Rp. 6.500.

Pemerintah memahami, tarif murah pada taxi online cukup menarik bagi masyarakat. Namun, bila tarif murah taksi online terus dipertahankan akan menimbulkan kerugian jangka panjang yang berdampak buruk pada iklim bisnis yang menciptakan persaingan yang tidak sehat dan justru dikhawatirkan berimbas ke masyarakat.

Tidak hanya Haura Nazhifa, berikut beberapa netizen yang berkicau terkait adanya aturan tarif untuk taxi online.

Hara Fawnia‏ (@HaraFawnia):

Aisha Alifa‏ (@AishaalifaAlifa):

herman‏ (@herman_kom):

indrianaa‏ (@AdindaIndrianaa):

Related posts

Leave a Reply