Netizen: Ini Dia Transparansi Harga Penjualan Beras Yang Dilakukan Oleh PT Indo Beras Unggul (PT IBU), Ada Insentif Petani Makin Sejahtera

PT Indo Beras Unggul (PT IBU) terang-terangan soal harga jual beras yang lebih tinggi dari yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag). Yakni Rp 13.000 untuk merek Maknyuss dan Rp 20.000-an untuk merek Cap Ayam Jago.

Sementara, regulasi pemerintah soal penetapan harga eceran tertinggi (HET) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan pada 18 Juli lalu, harga acuan penjualan beras ke konsumen sebesar Rp 9.000 per kilogram (Kg).
Namun diluruskan kembali, jika model bisnis yang digunakan oleh PT IBU adalah business-to-business, sehingga perusahaan tidak berhubungan langsung atau menjual kepada konsumen akhir.

Hal yang lumrah bahwa transaksi jual beli adalah suatu kesepakatan antara pembeli dan penjual. Jika konsumen bersedia mau membayar harga itu. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, seluruh beras medium dan premium berasal dari gabah varietas unggul, seperti IR64, Ciherang, Mekongga, Situ Bagendit, Cigeulis, Impari, Ciliwung, yang dibeli dari petani di kisaran Rp 3.500 – Rp 4.700 per Kg gabah. Sementara itu, harga acuan gabah kering panen pembelian di petani sebesar Rp 3.700 per Kg, dan harga acuan gabah kering giling di petani sebesar Rp 4.600 per Kg.

Ini dia skema penghitungan harga penjualan beras yang dilakukan oleh PT Indo Beras Unggul (PT IBU), yang merupakan anak perusahaan dari PT Tiga Pilar.Seperti diketahui, PT IBU dikabarkan menjual beras untuk merek Maknyuss sebesar Rp 13.000 per kilogram (Kg) dan merek Cap Ayam Jago sebesar Rp 20.000 per Kg. Harga ini lebih tinggi dari yang ditetapkan oleh Permendag, di mana harga acuan penjualan beras ke konsumen sebesar Rp 9.000 per Kg.

Bahwa di setiap 1 Kg gabah kering panen (GKP) menjadi setengah jadi beras. Artinya, jika PT IBU membeli GKP seperti temuan sebesar Rp 4.900, maka harga bahan baku beras akan menjadi Rp 9.800.Nantinya, harga pembelian ini akan ditambah dengan 3 biaya utama untuk mendapatkan harga pokok penjualan sampai di distributor. Di mana 3 biaya utama, di antaranya biaya produksi dan pengemasan, biaya distribusi dan pemasaran, dan biaya overhead GA.

Jika dihitung total 3 biaya utama tersebut berkisar kurang lebih Rp 1.700 untuk Pulau Jawa. Jadi Rp 9.800 ditambah Rp 1.700 menjadi Rp 11.500. Jadi harga pokok penjualan sampai didistributor sebesar Rp 11.500.
Maka dari harga pokok tersebut, PT IBU menentukan harga jual ke distributor sekitar Rp 11.600 untuk Pulau Jawa, dan Rp 12.200 untuk Luar Pulau Jawa.

Ini semua dilakukan oleh PT IBU menjunjung tinggi kualitas dan mutu beras. Sehingga, pihaknya akan memberikan insentif kepada petani yang mampu menyediakan gabah dengan mutu dan kualitas yang sesuai dengan spesifikasi perusahaan. Dan Di harapkan dengan adanya insentif tersebut, harga yang diterima ke petani akan lebih tinggi lagi. Sehingga para petani berbondong-bondong mau mulai memperhatikan produktivitas dan nilai mutu hasil panennya.

Beberapa netizen menyebut jika skema perhitungan harga penjualan beras yang dilakukan oleh PT Indo Beras Unggul (PT IBU) sudah transparan,banyak dari mereka mengangap jika ini merupakan murni persaingan usaha. Berikut komentar netizen:

Related posts

Leave a Reply