Mengenal Sosok Jasriadi, Sang Komandan Sindikat “Saracen” Penghina Presiden Jokowi

NetinzenIndonesia.com – Pelaku yang menghina Presiden Joko widodo ditangkap Satgas Patroli Siber Bareskrim sebagai jaringan penebar ujaran kebencian dan SARA yang bernama Saracen. Pelaku yang diringkus tersebut berjumlah tiga orang. Ketiganya, yakni Jasriadi (32), Sri Rahayu Ningsih dan MFT (43). Setelah ditelusuri, ternyata aktivitas mereka berpusat di Kota Pekanbaru yang dikomandani oleh Jasriadi.

Diketahui, Jasriadi tinggal di sebuah kontrakan yang beralamat di Jl. Kassah, Gang Salempayo, RT/RW 04/02, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.

Jasriadi ditangkap pada awal Agustus lalu di rumah kontrakannya di Pekanbaru. Selain dia, Sri Rahayu Ningsih juga ditangkap di tempat terpisah, yakni Cianjur Jawa Barat.

Saat itu Sri dan Jasriadi serta MFT ditangkap karena terbukti telah menghina Presiden Joko Widodo melalui postingan di media sosial Facebook. Selain itu mereka juga menyebarkan ujaran kebencian dan SARA serta berita bohong atau hoax melalui akun Facebook miliknya. Jas merupakan Ketua Saracen dan MFT yang berperan sebagai Koordinator Bidang Media dan Informasi.

Lalu, siapa sosok Jasriadi yang berperan sebagai ketua sindikat Saracen tersebut?

Berdasarkan informasi yang NetizenIndonesia.com himpun dari berbagai sumber, sehari-hari, pria kelahiran 28 Agustus 1985 ini berprofesi sebagai wirausaha. Jasriadi memiliki usaha rental mobil.

Adapun saracennews.com, adalah sebuah portal yang dimiliki oleh CV. Jadi Jaya. CV. Jadi Jaya adalah sebuah perusahaan yang berdiri sebagai penyedia jasa rental mobil, les privat ke rumah, dan jasa pembuatan situs web yang berlokasi di kota Pekanbaru.

Selain itu, pria yang memiliki nama lengkap Jasriadi Yadi ini dipercaya sebagai Ketua Saracen Cyber Team, atau lebih dikenal “Saracen” yang mulai memperkenalkan struktur mereka pada 27 Juli 2016. Jasriadi juga tercatat sebagai pemimpin redaksi atau penanggung jawab situs www.saracennews.com.

Sebelum ditangkap Bareskrim Mabes Polri pada 7 Agustus lalu, Jasriadi kerap memposisikan dirinya di Facebook sebagai “mahaguru” yang selalu memberikan ulasan dan trik soal penggunaan media sosial, mulai dari “cara membuat schedule posting di aplikasi share,” hingga “cara daftar di aplikasi share automatis ke group Facebook.”

Related posts

Leave a Reply