Bikin Gemas, Malaysia Curangi Indonesia di SEA Games 2017

Pagelaran SEA Games 2017 yang diselenggarakan di negara tetangga, Malaysia, kali ini memang cukup menghebohkan. Setelah sukses membuat geram netizen Indonesia dengan insiden bendera terbalik di buku panduan SEA Games 2017 dan koran lokal Malaysia, netizen juga dibuat geram dengan dugaan kecurangan-kecurangan terhadap delegasi Indonesia yang tengah bertanding di sana. Apa saja dugaan kecurangan yang dialami para atlet Indonesia di arena SEA Games 2017?

 

  • Dugaan Kecurangan di Cabang Bulu Tangkis Ganda Putri

Bulu tangkis diketahui sebagai cabang olahraga terkuat milik Indonesia. Pada SEA Games 2017, cabang olahraga yang satu ini ternodai oleh kecurangan. Adalah kelas Ganda Putri yang menjadi korban pada laga babak pertama SEA Games 2017 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (26/8/2017) lalu.

Dilansur Tribunstyle.com, pasangan Hanna Ramadini/Dinar Dyah Ayustine pada saat pertandingan melawan Malaysia, pasangan Chow Mei Kuan/Lee Meng Yan. Dalam pertandingan ini, keduanya merasa dicurangi saat pemberian poin oleh wasit. Saat pertandingan berlangsung, terjadi kesalahan pemberian poin saat tim ganda putri Malaysia malah diberikan poin padahal shuttlecock mendarat di luar garis lapangan.

 

  • Dugaan Kecurangan di Cabang Bulu Tangkis Tunggal Putri

Bukan hanya kelas ganda putri saja yang mengalami perlakuan tak mengenakan dari wasit, kelas tunggal putri pun tidak luput dari dugaan kecurangan. Fitriani yang mewakili Indonesia melawan Goh Jin Wei dari Malaysia pada laga yang diselenggarakan pada hari Minggu (27/8/2017) kemarin bahkan mengalami perlakuan buruk sebanyak dua kali berturut-turut selama pertandingan berlangsung.

Atlet Malaysia, Goh Jin Wei, melakukan dua pelanggaran dalam bulu tangkis, yaitu saat melakukan block, dimana raket Goh Jin Wei melewati net dan berada di wilayah lawan. Atlet tersebut juga memukul shuttlecock dua kali berturut-turut.

 

  • Dugaan Kecurangan di Cabang Sepak Takraw Putri

Sebelumnya, tim Sepak Takraw Putri Indonesia yang bertanding melawan tim Sepak Takraw Putri Malaysia pada Hari Minggu (20/8/2017) lalu, melakukan walk out. Hal ini dilakukan pelatih sepak takraw Indonesia untuk SEA Games 2017, Asri Syam, karena melihat adanya indikasi dugaan kecurangan yang dilakukan oleh wasit pada pertandingan tersebut. Saat pertandingan melawan Malaysia berlangsung, servis oleh tim Indonesia beberapa kali dibatalkan wasit. Hal inilah yang memicu pelatih melakukan walk out.

 

  • Dugaan Kecurangan di Cabang Pencak Silat

Cabang olahraga pencak silat Indonesia yang diwakili oleh Hendy dan Yolla Primadona hanya mampu membawa medali perak untuk Indonesia pada ajang SEA Games 2017. Hal ini memicu dugaan adanya tindakan kecurangan dalam perolehan poin. Tim pencak silat Indonesia hanya mampu memperoleh poin sebanyak 554 poin, sementara tim pencak silat Malaysia memperoleh 584 poin, dimana angka ini merupakan angka yang luar biasa dan tidak wajar mengingat tim tuan rumah tidak pernah berhasil memenangkan laga pada event-event sebelumnya.

 

  • Dugaan Kecurangan di Cabang Sepak Bola

Yang terbaru dan masih terbayang dalam ingatan masyarakat Indonesia adalah laga pertandingan sepak bola antara tim Indonesia melawan Timor Leste yang digelar pada Minggu (20/8/2017) lalu. Terjadi bentrok di akhir pertandingan tersebut. Banyak dugaan muncul terkait wasit asal Malaysia, Amir Nagor, berlaku tidak adil saat memimpin pertandingan. Hal ini dipicu pemberian kartu kuning kepada gelandang U-22, Evan Dimas.

Foto-Foto: OKEZONE

Related posts

Leave a Reply