Heboh Soal Tifatul Sembiring Sebar Hoax, Ini Postingan Lainnya yang Ternyata Juga Hoax

NetizenIndonesia.com – Dalam beberapa hari terakhir, media sosial dihebohkan dengan kabar seorang mantan menteri yang kedapatan memposting sebuah foto dan informasi tidak benar alias hoax.

Atas kehebohan ini, NetizenIndonesia.com mencoba menulusuri rekam jejak Sang Mantan menteri tersebut. Dan ternyata, kejadian ini bukanlah kali pertama dilakukannya. Sebelumnya, ia juga pernah melakukan hal yang sama di akun media sosial miliknya.

Apa saja postingan tersebut? Berikut ini yang NetizenIndonesia.com rangkum dari berbagai sumber.

 

1. Pada 14 Desember 2016, Tifatul Sembiring, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) era Presiden Susilo bambang Yudhoyono (SBY) membuat status di Facebook dengan menyertakan sebuah foto, dimana seorang laki-laki digambarkan sedang menggendong anak perempuan. Foto tersebut kemudian diberi keterangan;

Adakah yang menangisi anak-anak di Aleppo. 

Dimanakah suara pemimpin dunia?

Dimanakah suara pejuang HAM?

Ya Allah maafkan kami…

#saveAleppo

#standwithAleppo 

Entah apa maksud mantan status menteri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu. keterangan yang ditulis dan gambar yang diunggah tidak berkaitan.

Namun, ketika Dutaislam.com menulis laporan status sang mantan menteri itu, foto yang diunggahnya merupakan gambar lama yang sudah pernah diupload situs impunitywatch.com pada 12 Juni 2014.

Status yang sudah dishare hingga 4.983 kali oleh netizen tersebut menunjukkan bahwa kejadian foto jelas bukan tragedi Aleppo saat itu.

 

2. Tak hanya soal Aleppo, pada pilpres 2014 lalu, Tiffatul juga mengunggah gambar hoax soal perhitungan suara bahwa PKS menang.

Walaupun pemilu luar negeri dilakukan lebih awal dari dalam negeri, tapi perhitungan suara dilakukan bersama-sama tanggal 9 April 2014.

Padahal, hasil suara partai di luar negeri dimenangkan oleh PDIP dengan 112.144 suara (26,62 persen)

 

3. Terbaru, mantan menteri dari PKS itu kembali mengunggah gambar hoax soal tragedi kemanusiaan di Rohingya, Myanmar.

Awalnya, Tifatul bermaksud menunjukkan kepada netizen ihwal pembantaian etnis muslim Rohingya melalui foto yang ia unggah.

Namun, ternyata foto tersebut bukan menggambarkan pembantaian etnis muslim Rohingya, melainkan peristiwa Tak Bai di Thailand yang telah berlangung pada 2004 silam.

Itulah beberapa postingan Tifatul Sembiring yang setelah ditelusuri ternyata mengandung informasi yang tidak benar alias hoax.

Related posts

Leave a Reply