KPK – DPR Berseteru, Seskab: Presiden Tidak Akan Campur Tangan

JAKARTA – Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak akan mencampuri perdebatan yang terjadi antara KPK dan DPR.

Pasalnya, hubungan KPK – DPR memanas terkait kerja Pansus Angket KPK. DPR menganggap KPK arogan atas pernyataan pimpinan KPK soal peluang penerapan pasal pidana korupsi bila merintangi penyidikan.

DPR berencana melaporkan Ketua KPK Agus Rahardjo terkait pernyataan soal pasal tindak pidana korupsi yang bisa diterapkan KPK terhadap Pansus Hak Angket di DPR. Agus Rahardjo sebelumnya mengatakan pihaknya bisa menerapkan pasal tindak pidana korupsi (tipikor), yakni merintangi penyidikan KPK, bila Pansus Angket mengganggu kinerja KPK.

Melalui Seskab, presiden menyampaikan tidak akan melakukan intervensi apa pun. Hal tersebut merupakan persoalan internal penegak hukum. Presiden Jokowi menghormati kewenangan DPR, termasuk independensi KPK.

Presiden Jokowi juga tidak menjawab adanya anggapan pemanggilan Dirdik KPK oleh Pansus DPR yang disebut sebagai upaya pelemahan lembaga antikorupsi tersebut. Jokowi hanya menekankan setiap lembaga negara punya kewenangan yang diatur. “Jadi tolong ini betul-betul dilihat wilayahnya legislatif, ini wilayahnya KPK, ini wilayah eksekutif, tolong ini dilihat,” kata Jokowi.

Meradangnya hubungan KPK – DPR turut disoroti para pengguna jejaring sosial twitter. Berikut berbagai kicauan netizen menanggapi perseteruan diantara dua lembaga negara itu.

kiv z#FNI‏ (@triwul82):

Abdillah Toha‏ (@AT_AbdillahToha):

Ashar prayoga‏ (@Ashaaccaasol_):

ndamel‏ (@ndamelda):

tru (@50ntipri):

King Ali Salman‏ (@alisafir06):

 

 

 

Related posts

Leave a Reply