Di Era Digitalisasi Nikah Sirri Jadi Kontroversi Netizen: Jangan Mau,Kalau Aku Sih Ogah!!

Akhir-akhir ini banyak netizen yang memperdebatkan masalah nikah sirri. Ada yang pro agar nikah siri ini dilarang, tetapi ada juga yang keberatan atas pelarangannya. Kalau dilihat dari ragamnya, memang ada beberapa versi nikah sirri. Untuk itu kita harus diperjelas dulu apa yang dimaksud dengan nikah siri yang beredar di tengah masyarat. Dan banyak dari mereka mengartikan nikah yang sesuai dengan hukum akad nikah dihalalkan agama tetapi tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA).

Poligami dan nikah siri memang tidak dilarang oleh agama, tapi jika perkawinan tersebut tidak dilandasi niat baik untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, maka tindakannya bisa merugikan salah satu pihak, dan kebanyakan dari mereka yang dirugikan adalah perempuan dan anak.

Lalu mengapa hal ini bisa terjadi? Di samping karena kurang ketatnya kontrol baik oleh aparat pemerintahan desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Faktor ekonomi dan sosial budaya terkadang memang bisa membuat orang rela melakukan apa saja yang penting ekonominya tercukupi, termasuk rela menjadi istri nomor dua, tiga, atau empat.

Di samping itu, di daerah-daerah terutama memiliki istri lebih dari satu adalah hal yang biasa, bukan sesuatu yang tabu, walaupun usia perkawinannya sangat pendek, karena perkawinan tersebut terkadang tidak dilandasi niat untuk membina rumah tangga. Bahkan ada yang bangga dengan memiliki istri banyak, tanpa berfikir apakah tindakannya itu banyak berguna atau tidak.

Melihat kenyataan ada hal yang perlu ditempuh oleh pihak yang berwenang,langkah yang perlu ditempuh adalah memberikan sosialisasi secara rutin dan berkelanjutan baik kepada aparat pemerintahan desa, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, bahwa pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Dan berikut komentar para netizen:

 

 

Related posts

One thought on “Di Era Digitalisasi Nikah Sirri Jadi Kontroversi Netizen: Jangan Mau,Kalau Aku Sih Ogah!!

Leave a Reply